Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Batam Edukasi Pemilih Pemula Lewat Program BGS di SMKN 7 Batam

Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Batam bersama jajaran SMKN 7 Kota Batam dan siswa-siswi berfoto bersama usai kegiatan Bawaslu Goes To School (BGS), sebagai bagian dari edukasi kepemiluan bagi pemilih pemula.

Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Batam bersama jajaran SMKN 7 Kota Batam dan siswa-siswi berfoto bersama usai kegiatan Bawaslu Goes To School (BGS), sebagai bagian dari edukasi kepemiluan bagi pemilih pemula.

Batam 7 Mei 2026 - Pagi di SMKN 7 Kota Batam masih menyisakan jejak hujan semalam. Beberapa titik di lapangan sekolah tampak basah, memantulkan cahaya matahari yang mulai naik perlahan. Udara terasa segar, sementara ratusan siswa telah berkumpul sejak pukul tujuh pagi, mengenakan seragam sekolah dan rasa ingin tahu yang belum sepenuhnya selesai tumbuh.

Di tengah suasana itu, Bawaslu Kota Batam hadir melalui program Bawaslu Goes To School (BGS), sebuah langkah yang tidak hanya membawa materi kepemiluan, tetapi juga membawa percakapan tentang masa depan demokrasi kepada generasi yang kelak akan menjaganya.

Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, membuka kegiatan dengan menyapa para siswa-siswi SMKN 7 Batam. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para pelajar memahami posisi mereka sebagai pemilih pemula kelompok yang sering dianggap belum matang, tetapi justru akan menentukan arah demokrasi di masa depan.

Ia memperkenalkan tiga lembaga penyelenggara pemilu: Bawaslu, KPU, dan DKPP. Penjelasan itu tidak disampaikan dengan jarak formal yang kaku, tetapi dengan bahasa yang dekat, seolah ingin menegaskan bahwa demokrasi bukan milik orang-orang dewasa saja. Demokrasi juga milik mereka yang hari ini masih duduk di bangku sekolah.

“Pemilih pemula bukan hanya datang ke TPS lalu mencoblos. Tetapi juga harus memahami bagaimana demokrasi dijaga,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Batam, Zainal Abidin, yang memperkenalkan lebih jauh tentang lembaga pengawas pemilu. Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu bukan sekadar tugas lembaga, melainkan tanggung jawab bersama.

Di hadapan para siswa, Zainal menggambarkan pengawasan sebagai bentuk keberanian menjaga kejujuran. Sebab demokrasi, katanya, tidak cukup hanya dirayakan. Demokrasi juga harus diawasi.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Batam, Jazuli, memperkenalkan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Bawaslu. Ia mengajak para siswa mengenal hukum bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai pengetahuan yang harus diakses dan dipahami bersama.

Acara dipandu oleh Kasubbag Pengawasan dan Humas Bawaslu Kota Batam, Putri Larasati Anggiawan, yang menjaga suasana tetap hidup sepanjang kegiatan.

Antusiasme siswa terlihat sejak awal hingga akhir acara. Sesi tanya jawab menjadi ruang yang paling riuh. Tangan-tangan terangkat, jawaban-jawaban bersahutan, dan beberapa siswa maju ke depan dengan penuh semangat. Ada keberanian yang mulai tumbuh dari hal-hal sederhana, bertanya, menjawab, dan berani bicara di depan banyak orang.

Di sekolah itu, pagi tidak hanya dimulai dengan pelajaran di kelas. Tetapi juga dengan percakapan tentang demokrasi, tentang hak memilih, dan tentang pentingnya menjaga pemilu tetap jujur.

Bawaslu Kota Batam tampaknya memahami satu hal penting, demokrasi tidak dibangun dalam sehari. Ia ditanam perlahan, seperti benih yang membutuhkan ruang untuk tumbuh.

Dan pagi itu, di lapangan sekolah yang masih menyimpan sisa hujan malam, benih itu mulai ditanam kembali.

Penulis, foto dan editor: Budiyanto