Pendidikan Pengawas Partisipatif, Antonius: Demokrasi Butuh Orang-Orang yang Mau Terlibat
|
Batam - Bawaslu Kota Batam mulai mematangkan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 melalui rapat persiapan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan P2P yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026 mendatang.
Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, saat membuka rapat menyampaikan apresiasi kepada peserta yang telah lolos seleksi program P2P tahun ini. Dari 43 pendaftar, sebanyak 20 peserta ditetapkan untuk mengikuti pendidikan pengawasan partisipatif yang akan dilaksanakan oleh Bawaslu Kota Batam.
“Tentu kami mengucapkan selamat kepada teman-teman semuanya. Kami berharap teman-teman diberikan kesehatan dan bisa mengikuti kegiatan ini dengan maksimal,” ujar Antonius.
Ia menjelaskan, Bawaslu Kota Batam memilih skema pelaksanaan secara luring atau tatap muka meskipun jumlah peserta menjadi lebih terbatas dibandingkan jika dilaksanakan secara daring. Keputusan tersebut diambil agar proses pendidikan berjalan lebih efektif, lebih dekat, dan lebih berkualitas. Menurut Antonius, pengawasan partisipatif tidak cukup dibangun hanya melalui layar dan jaringan internet, tetapi juga membutuhkan ruang perjumpaan, diskusi, dan pertukaran gagasan secara langsung.
Di tengah kerja demokrasi yang sering kali terlihat formal dan administratif, Bawaslu mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih manusiawi yakni mempertemukan orang-orang yang peduli pada pemilu dalam satu ruang belajar yang sama. Sebab demokrasi, pada akhirnya, bukan hanya soal memilih dan dipilih, melainkan tentang siapa yang bersedia menjaga prosesnya tetap jujur dan bermartabat.
Antonius berharap para peserta nantinya benar-benar memahami peran kader pengawas partisipatif di tengah masyarakat. Ia juga menginginkan kegiatan P2P tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya kader-kader pengawasan yang kritis, berani, dan memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi di Kota Batam.
“Harapan kami, teman-teman bisa memahami dan mengetahui betul perannya di dalam P2P itu sendiri,” katanya.
Rapat persiapan tersebut turut diikuti Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kota Batam, Zainal Abidin, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza IR, peserta terpilih P2P Tahun 2026, serta jajaran sekretariat divisi terkait.
Penulis, foto dan editor: Budiyanto