Di Awal Mei, Esther Ingatkan: Integritas dan Soliditas Bukan Sekadar Kata, Tapi Kerja Nyata
|
Batam, Senin 4 Mei 2026 - Pagi itu, halaman Kantor Bawaslu Kota Batam terasa seperti lembar baru yang belum ditulis. Tidak ada yang benar-benar berbeda, tetapi ada sesuatu yang ingin ditegaskan ulang: semangat, komitmen, dan cara memaknai kerja.
Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Batam, Esther Irianti Lombogia, berdiri sebagai pembina apel. Suaranya tidak tinggi, tetapi cukup untuk mengetuk kesadaran. Ia tidak sekadar mengingatkan, melainkan mengajak bahwa memasuki minggu pertama bulan Mei, setiap langkah kerja harus dimulai dengan energi yang diperbarui. “Kita dituntut bukan hanya bekerja, tetapi bekerja dengan integritas dan soliditas,” demikian pesan yang mengalir dari arahannya.
Di tengah rutinitas yang sering terasa mekanis, Esther menegaskan bahwa kerja-kerja Bawaslu tidak pernah benar-benar berhenti. Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, pemutakhiran data partai politik, hingga agenda sosialisasi melalui program Bawaslu Go To School ke SMA Negeri 8 Batam menjadi rangkaian tugas yang menunggu untuk dituntaskan. Namun, baginya, yang lebih penting dari daftar pekerjaan adalah cara setiap individu memaknai tanggung jawab itu sendiri.
Ia mengingatkan bahwa kelemahan dan kekurangan bukan untuk disembunyikan, tetapi untuk dikenali. Evaluasi, menurutnya, harus dimulai dari diri sendiri dari hal-hal kecil yang sering luput, dari kebiasaan yang kadang dibiarkan. Sebab dari situlah komitmen tumbuh, lalu menjelma menjadi karakter. Dan dari karakter itulah, kualitas lembaga dibentuk.
Di antara kalimat-kalimatnya, ada satu pesan yang terasa paling jernih bahwa keterbatasan bukan alasan untuk melambat. Di tengah kondisi efisiensi anggaran, Esther justru menegaskan bahwa semangat kerja tidak boleh ikut menyusut. “Anggaran boleh terbatas, tetapi integritas tidak boleh berkurang,” kira-kira begitu makna yang tertinggal.
Apel pagi itu tidak hanya menjadi rutinitas mingguan. Ia menjelma menjadi ruang refleksi tentang bagaimana sebuah lembaga berdiri bukan hanya dari sistem, tetapi dari orang-orang yang memilih untuk tetap bertanggung jawab, bahkan ketika tidak ada yang melihat.
Turut hadir dalam apel tersebut Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza IR, serta diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Kota Batam.
Di akhir apel, tidak ada tepuk tangan. Hanya langkah-langkah yang kembali berjalan membawa serta pesan yang sederhana, namun tidak ringan bahwa bekerja bukan sekadar hadir, tetapi tentang menjaga kepercayaan yang dititipkan.
Penulis, foto dan editor: Budiyanto