Lompat ke isi utama

Berita

Jazuli: Penyandang Disabilitas Punya Peran Penting Mengawal Demokrasi

Foto Bersama anggota (Jazuli, Zainal Abidin) dan staf sekretariat Bawaslu Kota Batam bersama pengurus PPDI Kota Batam setelah Audiensi.

Batam – Keterlibatan penyandang disabilitas dalam demokrasi tidak hanya sebatas menggunakan hak pilih saat pemilu. Lebih dari itu, kelompok disabilitas juga memiliki peran penting dalam mengawal jalannya proses demokrasi agar berlangsung jujur, adil, dan inklusif.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam audiensi antara Bawaslu Batam dan Pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Batam yang berlangsung di Kantor NPCI Kepulauan Riau, Kamis (24/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Batam, Jazuli, hadir bersama Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, Zainal Abidin.

Jazuli menilai penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari masyarakat yang perlu dilibatkan secara aktif dalam pendidikan dan pengawasan kepemiluan. Menurutnya, keberadaan lebih dari seribu pemilih penyandang disabilitas di Kota Batam merupakan potensi besar yang dapat berkontribusi dalam memperkuat kualitas demokrasi.

"Ketika potensi ini diberikan ruang dan informasi yang baik, maka kontribusinya akan sangat besar bagi pembangunan demokrasi dan negara," ujar Jazuli.

Ia menjelaskan, Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam melakukan pengawasan pemilu. Dengan jumlah personel yang terbatas, partisipasi masyarakat menjadi elemen penting dalam mencegah pelanggaran dan menjaga integritas pemilu.

Karena itu, Bawaslu Batam berupaya membangun sinergi yang lebih kuat dengan PPDI Kota Batam melalui kerja sama kelembagaan yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman kepemiluan di kalangan penyandang disabilitas, tetapi juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas dalam pengawasan pemilu menuju Pemilu 2029.

Jazuli juga menyoroti pentingnya memperkenalkan tugas dan fungsi Bawaslu kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang mengenal penyelenggara pemilu hanya sebatas Komisi Pemilihan Umum, sementara peran Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu belum banyak diketahui.

"Kami ingin masyarakat semakin mengenal Bawaslu, memahami tugas pengawasan yang kami lakukan, dan turut menjadi bagian dari pengawasan partisipatif," katanya.

Pengawasan partisipatif merupakan salah satu kunci terciptanya pemilu yang berkualitas. Setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk memperoleh informasi kepemiluan, menyampaikan masukan, serta melaporkan dugaan pelanggaran yang ditemukan selama tahapan pemilu berlangsung.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara Bawaslu Batam dan PPDI Batam. Melalui sinergi tersebut, diharapkan demokrasi yang inklusif dapat terus terwujud, di mana seluruh kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dan mengawasi jalannya pemilu.

Penulis, foto dan editor: Budiyanto