Lompat ke isi utama

Berita

Ully Yushariyen Damanik Ajak Perempuan Ambil Peran dalam Demokrasi Berkualitas

Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kota Batam, Ully Yushariyen Damanik, menjadi narasumber pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Milad Nasyiatul ‘Aisyiyah ke-95 di SMK Muhammadiyah Batam, Sabtu (6/6/2026).

Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kota Batam, Ully Yushariyen Damanik, menjadi narasumber pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Milad Nasyiatul ‘Aisyiyah ke-95 di SMK Muhammadiyah Batam, Sabtu (6/6/2026).

Batam – Demokrasi yang sehat tidak tumbuh di ruang yang sunyi. Ia hidup dari partisipasi, tumbuh dari keberanian menyampaikan pendapat, dan menguat ketika perempuan hadir sebagai subjek yang aktif dalam menentukan arah kehidupan berbangsa.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Milad Nasyiatul ‘Aisyiyah ke-95 yang mengangkat tema “Perempuan Berpartisipasi, Demokrasi Berkualitas” di SMK Muhammadiyah Batam, Sabtu (6/6/2026). Pada kegiatan tersebut, Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kota Batam, Ully Yushariyen Damanik, hadir sebagai narasumber untuk membahas pentingnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan demokrasi.

Dalam paparannya, Ully menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara pemilu atau peserta pemilu, tetapi juga oleh tingkat partisipasi masyarakat, termasuk perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran politik, pendidikan demokrasi, dan pengawasan terhadap jalannya proses pemilu maupun pemilihan.

“Perempuan bukan hanya objek dalam demokrasi, tetapi juga aktor penting yang mampu memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan berintegritas,” ujarnya di hadapan peserta FGD.

Ully menjelaskan bahwa partisipasi perempuan tidak hanya dimaknai sebagai keterlibatan saat memberikan suara di tempat pemungutan suara. Lebih dari itu, perempuan dapat berperan sebagai agen pendidikan politik di lingkungan keluarga, komunitas, maupun organisasi kemasyarakatan.

Menurutnya, semakin banyak perempuan yang memahami demokrasi dan kepemiluan, maka semakin kuat pula fondasi demokrasi yang dibangun di tengah masyarakat. Sebab, perempuan memiliki kemampuan untuk menyebarkan nilai-nilai demokrasi secara lebih luas melalui ruang-ruang sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Milad Nasyiatul ‘Aisyiyah ke-95 tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan semangat perempuan, pendidikan demokrasi, dan kesadaran kebangsaan. Di tengah berbagai tantangan demokrasi, suara perempuan hadir bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting yang ikut menentukan arah perjalanan bangsa.

Melalui forum ini, Bawaslu Kota Batam berharap semakin banyak perempuan yang terlibat aktif dalam pendidikan politik dan pengawasan partisipatif, sehingga demokrasi tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga tumbuh menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Penulis dan editor: Budiyanto

Foto: Anisah