Antonius: Arsip adalah Memori Lembaga yang Harus Dijaga dan Dikelola dengan Baik
|
Batam - Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, menegaskan pentingnya pengelolaan ketatausahaan dan kearsipan sebagai bagian dari tanggung jawab kelembagaan dalam mendukung akuntabilitas dan profesionalitas kerja pengawas pemilu. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Ketatausahaan dan Kearsipan di Lingkungan Bawaslu Kota Batam, Kamis (25/6/2026), di ruang rapat Kantor Bawaslu Kota Batam.
Di hadapan jajaran pimpinan, sekretariat, dan seluruh staf Bawaslu Kota Batam, Antonius mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh peserta mensyukuri kesempatan untuk terus menjalankan tugas dan pengabdian kepada lembaga. Ia juga mengapresiasi kehadiran seluruh peserta yang memenuhi ruang rapat sebagai bentuk komitmen untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh teman-teman yang hadir. Harapannya bukan hanya hadir secara fisik, tetapi juga dapat menyerap ilmu yang disampaikan narasumber sehingga menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Antonius menekankan bahwa pengelolaan arsip bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan amanah yang melekat pada lembaga pengawas pemilu sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Menurutnya, arsip merupakan bagian penting dari tata kelola organisasi yang harus dirawat, dipelihara, dan dikelola secara baik.
Ia mengingatkan bahwa setiap surat, dokumen, dan administrasi yang dihasilkan lembaga merupakan jejak kerja yang harus dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, pengelolaan arsip yang tertib akan memudahkan lembaga dalam menemukan kembali data yang dibutuhkan serta mendukung efektivitas pelaksanaan tugas.
“Ketika arsip dikelola dengan baik, kita akan lebih mudah mencari dokumen yang diperlukan. Semua pekerjaan menjadi lebih efisien dan terukur. Ini bukan hanya tugas sekretariat, tetapi tanggung jawab seluruh pegawai di lingkungan Bawaslu Kota Batam,” tegas Antonius.
Menurutnya, pemahaman terhadap tata naskah dinas dan prosedur administrasi juga harus dimiliki oleh seluruh pegawai. Sebab, Bawaslu sebagai lembaga negara memiliki standar tata kelola yang harus dijalankan sesuai regulasi, termasuk dalam urusan surat-menyurat dan dokumentasi kelembagaan.
Antonius menilai penguatan kapasitas melalui bimbingan teknis menjadi langkah penting agar seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama dalam mengelola administrasi dan kearsipan. Dengan demikian, setiap proses kerja dapat berjalan lebih tertib, cepat, dan akuntabel.
Suasana kegiatan berlangsung penuh perhatian. Para peserta mengikuti setiap sesi sebagai upaya memperkuat kualitas tata kelola kelembagaan di lingkungan Bawaslu Kota Batam. Bagi Antonius, arsip bukan sekadar tumpukan kertas yang disimpan di lemari. Arsip adalah memori lembaga, saksi dari setiap kerja pengawasan yang telah dilakukan, dan penanda perjalanan organisasi dari waktu ke waktu.
Melalui kegiatan ini, Antonius berharap seluruh jajaran Bawaslu Kota Batam semakin memahami pentingnya pengelolaan arsip dan ketatausahaan sebagai fondasi terciptanya lembaga yang profesional, tertib administrasi, dan siap menjawab setiap kebutuhan pelayanan publik maupun pengawasan pemilu di masa mendatang.
Penulis, foto dan editor: Budiyanto