Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Batam dan Nasyiatul Aisyiyah Bangun Kolaborasi Pengawasan Demokrasi

Bawaslu Kota Batam menerima audiensi Nasyiatul Aisyiyah Kota Batam pada Kamis (21/5/2026) di ruang rapat kantor Bawaslu Kota Batam. Pertemuan tersebut membahas penguatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi serta rencana kolaborasi kegiatan FGD bertema “Perempuan Berpartisipasi, Demokrasi Berkualitas.”

Bawaslu Kota Batam menerima audiensi Nasyiatul Aisyiyah Kota Batam pada Kamis (21/5/2026) di ruang rapat kantor Bawaslu Kota Batam. Pertemuan tersebut membahas penguatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi serta rencana kolaborasi kegiatan FGD bertema “Perempuan Berpartisipasi, Demokrasi Berkualitas.”

Batam – Bawaslu Kota Batam menerima audiensi Nasyiatul Aisyiyah Kota Batam pada Kamis (21/5/2026) di ruang rapat kantor Bawaslu Kota Batam. Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi tentang penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi di Kota Batam, khususnya menjelang berbagai agenda kepemiluan ke depan.

Audiensi dihadiri Ketua Nasyiatul Aisyiyah Kota Batam, Wahyu Purnama bersama jajaran pengurus. Dari pihak Bawaslu Kota Batam hadir Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, anggota Bawaslu, Kepala Sekretariat, serta jajaran struktural sekretariat. Pertemuan berlangsung hangat namun penuh pembahasan serius tentang bagaimana demokrasi tidak hanya dijaga oleh penyelenggara pemilu, tetapi juga dirawat bersama oleh masyarakat sipil.

Dalam sambutannya, Antonius menyampaikan apresiasi atas kedatangan Nasyiatul Aisyiyah Kota Batam dan membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. Menurutnya, pengalaman Pemilu dan Pilkada sebelumnya menunjukkan bahwa tantangan terbesar demokrasi hari ini bukan hanya soal teknis penyelenggaraan, melainkan rendahnya partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih dan mengawal proses demokrasi itu sendiri.

“Kami menyambut baik kedatangan teman-teman. Bagaimana kita bisa menciptakan demokrasi yang baik dan sehat di Kota Batam tentu tidak bisa dilakukan sendiri. Harus bergandengan tangan, saling membantu, dan bersama-sama menjaga proses demokrasi,” ujar Antonius.

Antonius menjelaskan, keterbatasan sumber daya manusia menjadi tantangan nyata dalam pengawasan pemilu. Dengan jumlah komisioner yang hanya lima orang dan personel pengawasan yang terbatas hingga tingkat kelurahan, pengawasan di lapangan membutuhkan dukungan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan. Antonius menggambarkan bagaimana seorang pengawas kelurahan harus mengawasi wilayah luas dengan jumlah pemilih yang sangat besar seorang diri. Karena itu, partisipasi masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting untuk menjaga integritas demokrasi.

Di ruang rapat itu, demokrasi terasa tidak lagi sebatas angka partisipasi atau laporan administrasi. Ia hadir dalam percakapan sederhana tentang kelelahan mengawasi wilayah yang luas, tentang harapan agar warga tidak apatis, dan tentang keyakinan bahwa suara rakyat harus dijaga bersama. Sebab demokrasi yang sehat tidak lahir dari kerja satu lembaga saja, melainkan dari kesadaran kolektif untuk ikut peduli.

Antonius juga membuka ruang evaluasi dan masukan dari berbagai elemen masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu dan pilkada. Menurutnya, meskipun Bawaslu bukan pembuat kebijakan, berbagai catatan dan evaluasi dari masyarakat akan menjadi bahan penting untuk disampaikan kepada pimpinan di tingkat yang lebih tinggi sebagai bagian dari perbaikan sistem demokrasi ke depan.

Sementara itu, Sekretaris Nasyiatul Aisyiyah Kota Batam, Roza Reflina menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan Bawaslu Kota Batam. Dalam audiensi tersebut, Nasyiatul Aisyiyah juga menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Semarak Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-95 dengan tema “Perempuan Berpartisipasi, Demokrasi Berkualitas.”

Melalui kegiatan tersebut, Nasyiatul Aisyiyah berharap dapat berkolaborasi dengan Bawaslu Kota Batam, termasuk menghadirkan perwakilan Bawaslu sebagai narasumber dalam diskusi yang menyasar mahasiswa, masyarakat, sekolah, dan tenaga pendidik. Kolaborasi itu diharapkan menjadi ruang pendidikan demokrasi yang lebih luas, terutama dalam meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi.

Audiensi ditutup dengan diskusi ringan dan pertukaran gagasan mengenai penguatan pengawasan partisipatif di Kota Batam. Melalui pertemuan itu, Bawaslu Kota Batam dan Nasyiatul Aisyiyah menunjukkan bahwa menjaga demokrasi bukan hanya kerja kelembagaan, melainkan kerja bersama untuk memastikan suara masyarakat tetap memiliki arti.

Penulis, foto dan editor: Budiyanto