Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Batam Gandeng SMA Negeri 20, Siapkan Generasi Muda Jadi Pemilih Cerdas

Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Batam bersama Kepala SMA Negeri 20 Batam serta jajaran berfoto bersama usai audiensi terkait rencana kerja sama dan pelaksanaan program Bawaslu Goes to School sebagai upaya memperkuat pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula (7/10/2026).

Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Batam bersama Kepala SMA Negeri 20 Batam serta jajaran berfoto bersama usai audiensi terkait rencana kerja sama dan pelaksanaan program Bawaslu Goes to School sebagai upaya memperkuat pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula (7/10/2026).

Batam - Upaya membangun demokrasi yang sehat tidak dimulai saat hari pemungutan suara, melainkan jauh sebelum itu, ketika generasi muda mulai memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara. Semangat inilah yang mendorong Bawaslu Batam melakukan audiensi dengan SMA Negeri 20 Batam dalam rangka penjajakan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama program Bawaslu Goes to School, Rabu (7/10/2026).

Audiensi yang berlangsung di SMA Negeri 20 Batam tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Batam, Antonius Itoloha Gaho, bersama jajaran pimpinan dan sekretariat Bawaslu Batam. Kehadiran rombongan disambut Kepala SMA Negeri 20 Batam, Adi Saputra, beserta jajaran sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, Antonius menegaskan bahwa pemilih pemula merupakan kelompok strategis yang akan menentukan kualitas demokrasi Indonesia di masa depan. Karena itu, Bawaslu berupaya memperluas edukasi kepemiluan ke lingkungan sekolah secara berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada satu kali sosialisasi. Sekolah terus berjalan, ada siswa yang lulus dan ada yang masuk. Karena itu edukasi demokrasi juga harus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya menggunakan hak pilih dan peduli terhadap proses demokrasi,” ujar Antonius.

Menurutnya, sebagian besar pemilih pada Pemilu 2029 mendatang berasal dari kalangan generasi muda, termasuk siswa SMA dan SMK yang saat ini duduk di bangku kelas X hingga XII. Oleh sebab itu, penguatan literasi demokrasi sejak dini menjadi langkah penting agar para pemilih pemula tidak hanya datang ke TPS, tetapi juga memahami nilai dan makna partisipasi politik yang bertanggung jawab.

Antonius menambahkan, melalui program Bawaslu Goes to School, pelajar akan mendapatkan pemahaman mengenai kepemiluan, pengawasan partisipatif, bahaya politik uang, serta pentingnya menjaga demokrasi yang jujur dan adil.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 20 Batam, Adi Saputra, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia menilai kehadiran Bawaslu di lingkungan sekolah dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan wawasan baru bagi siswa.

“Kami pada prinsipnya siap mendukung. Edukasi seperti ini sangat baik bagi anak-anak karena memberikan pemahaman tentang kehidupan demokrasi dan tanggung jawab sebagai warga negara. Kami terbuka untuk berbagai bentuk kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi siswa,” kata Adi.

Ia juga berharap kerja sama antara Bawaslu dan SMA Negeri 20 Batam dapat berkembang dalam berbagai kegiatan edukatif lainnya yang melibatkan peserta didik secara aktif.

Program Bawaslu Goes to School sendiri menjadi salah satu strategi Bawaslu Kota Batam untuk memperkuat budaya demokrasi di kalangan generasi muda pada masa non-tahapan Pemilu. Melalui pendekatan langsung ke sekolah, Bawaslu ingin memastikan pendidikan demokrasi tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga menjadi kesadaran yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari para pelajar.

Pemilih pemula bukan sekadar kelompok yang baru pertama kali memberikan suara, tetapi merupakan generasi yang akan menentukan arah pembangunan bangsa di masa depan. Karena itu, pendidikan demokrasi sejak usia sekolah menjadi investasi penting untuk melahirkan pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Demokrasi yang berkualitas lahir dari warga negara yang memahami haknya, berani berpikir kritis, dan aktif menjaga proses pemilu agar tetap jujur dan adil.

Penulis, foto dan editor: Budiyanto