Jaga Integritas dan Rangkul Disabilitas, Ully Ingatkan Pentingnya Kerja Pengawasan yang Berkualitas
|
Batam - Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan kualitas udara yang kurang sehat, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Kota Batam, Ully Yushariyen Damanik, mengingatkan seluruh jajaran Bawaslu untuk menjaga kesehatan sekaligus memperkuat kualitas kerja pengawasan. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi pembina apel pagi di lingkungan Bawaslu Kota Batam, Senin (5/10/2026).
Menurut Ully, kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan tugas pengawasan. Ia mengapresiasi kebijakan kerja dari rumah (WFH) yang dapat dimanfaatkan pegawai untuk mengurangi risiko terpapar kondisi udara yang kurang baik.
Namun di balik suasana non-tahapan pemilu, Ully menegaskan bahwa kerja-kerja pengawasan dan koordinasi tetap berjalan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah upaya Bawaslu Batam memperkuat kolaborasi dengan komunitas disabilitas melalui kerja sama dengan organisasi penyandang disabilitas.
“Teman-teman disabilitas perlu kita rangkul. Mereka memiliki hak yang sama dalam proses demokrasi dan tidak boleh hanya dianggap sebagai pelengkap data pemilih,” tegasnya.
Ully mengungkapkan, pengalaman pada pemilu sebelumnya menunjukkan masih ada penyandang disabilitas yang belum terdata secara optimal maupun menghadapi kendala saat menggunakan hak pilihnya. Mulai dari akses lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang kurang ramah disabilitas hingga masih adanya pemilih disabilitas yang harus mengantre, padahal mereka termasuk kelompok yang mendapat prioritas pelayanan.
Karena itu, Bawaslu mendorong adanya mitigasi dan koordinasi lebih intensif dengan KPU serta berbagai pihak terkait agar hak politik penyandang disabilitas benar-benar terpenuhi pada pemilu mendatang.
Selain menyoroti isu inklusivitas, Ully juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap proses pengawasan. Ia menekankan agar jajaran pengawas pemilu menyusun Laporan Hasil Pengawasan (LHP) secara lengkap, termasuk mencantumkan waktu, kondisi lapangan, dan kendala yang ditemukan.
Menurutnya, dokumentasi yang baik bukan hanya menjadi bukti kerja pengawasan, tetapi juga menjadi benteng kelembagaan ketika hasil pengawasan dibutuhkan dalam proses hukum atau sengketa pemilu.
“Pengawasan yang baik tidak cukup hanya dilakukan, tetapi juga harus didokumentasikan dengan baik. Catatan yang lengkap akan menjadi kekuatan lembaga dalam menjaga akuntabilitas,” ujarnya.
Ully juga mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan memaksimalkan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sebagai instrumen evaluasi. Baginya, kepercayaan publik terhadap Bawaslu dibangun melalui kerja nyata, keterbukaan informasi, dan pelayanan yang berkualitas.
Di akhir arahannya, Ully mengingatkan pentingnya fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan, seperti profesionalisme, integritas, dan kualitas kerja. Sementara penilaian masyarakat terhadap lembaga harus dijawab dengan kinerja yang konsisten.
“Dalam kehidupan dan pekerjaan, kita tidak bisa mengendalikan ombak. Yang bisa kita lakukan adalah memastikan perahu tetap berjalan dengan baik menuju tujuan,” pesannya.
Apel pagi tersebut turut dihadiri Ketua Bawaslu Kota Batam Antonius Itoloha Gaho, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Syailendra Reza, Kepala Sekretariat Esther Irianti Lombogia, serta seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Kota Batam.
Keterlibatan penyandang disabilitas dalam pemilu bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan bagian dari hak konstitusional warga negara. Pemilu yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila setiap warga, tanpa terkecuali, memperoleh akses yang setara untuk memilih dan dipilih. Karena itu, dukungan semua pihak untuk menciptakan layanan pemilu yang inklusif menjadi langkah penting dalam memperkuat demokrasi yang adil dan berkeadaban.
Penulis, foto dan editor: Budiyanto