Dari Pesisir Setokok, Suara Perempuan Menguatkan Demokrasi
|
Batam - Angin pesisir Setokok pada Rabu, 8 April 2026, membawa percakapan yang tidak sekadar tentang politik, tetapi tentang keberanian untuk mengambil peran. Dalam kegiatan Pendidikan Politik Perempuan Pesisir yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Batam, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza IR, hadir sebagai narasumber, menyampaikan pentingnya pemahaman politik yang inklusif dan partisipatif.
Di ruang yang sederhana, isu demokrasi dibicarakan dengan bahasa yang membumi. Perempuan pesisir, yang selama ini kerap ditempatkan di pinggir percakapan politik, diajak untuk melihat bahwa suara mereka memiliki arti yang sama pentingnya dalam menentukan arah kebijakan publik. Pendidikan politik, dalam konteks ini, bukan sekadar pengetahuan, melainkan kesadaran akan hak dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Syailendra menekankan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tugas lembaga, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk perempuan di wilayah pesisir. Ketika pemahaman politik tumbuh, ruang partisipasi pun semakin terbuka. Dari pesisir yang tenang, lahir kesadaran bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan keterlibatan semua pihak tanpa kecuali.
Kegiatan yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Batam ini menjadi pengingat bahwa pendidikan politik tidak selalu berlangsung di ruang-ruang besar. Kadang ia tumbuh justru di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk kota, namun dekat dengan harapan agar setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk memahami, terlibat, dan menjaga proses demokrasi.
Penulis dan editor: Budiyanto
Foto: Sutta Rama Admojo