Lompat ke isi utama

Berita

IKU Bukan Sekadar Angka, Antonius: Ukur Kinerja dengan Tepat untuk Perkuat Akuntabilitas Bawaslu Batam

Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Rapat Pembinaan SDM Pengawas dan Kesekretariatan dengan tema Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) Bawaslu Kota Batam, Kamis (30/7/2026).

Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Rapat Pembinaan SDM Pengawas dan Kesekretariatan dengan tema Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) Bawaslu Kota Batam, Kamis (30/7/2026).

Batam - Ketua Bawaslu Batam, Antonius Itoloha Gaho, menegaskan bahwa penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, melainkan menjadi instrumen penting untuk mengukur capaian kinerja lembaga secara objektif, transparan, dan akuntabel. Penegasan itu disampaikan saat membuka Rapat Pembinaan SDM Pengawas dan Kesekretariatan Bawaslu Kota Batam bertema "Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) Bawaslu Kota Batam", yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Kota Batam, Kamis (30/7/2026).

Di tengah dinamika penyelenggaraan pengawasan pemilu yang terus bergerak, Antonius mengingatkan bahwa setiap langkah lembaga harus memiliki arah yang jelas. Kinerja tidak cukup hanya dikerjakan, tetapi juga harus dapat diukur, dievaluasi, dan dipertanggungjawabkan. Sebab, sebuah lembaga akan dikenang bukan dari banyaknya pekerjaan yang dilakukan, melainkan dari sejauh mana pekerjaan itu memberi dampak dan dapat dibuktikan melalui capaian yang terukur.

Antonius menjelaskan, penyusunan IKU mengacu pada Keputusan Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor 284, yang menjadi pedoman dalam penyusunan indikator kinerja bagi jajaran Bawaslu. Menurutnya, IKU nantinya akan menjadi standar penilaian bagi pimpinan Bawaslu Kota Batam, baik pada tahapan pemilu maupun masa non-tahapan selama periode jabatan berlangsung.

"IKU ini nantinya menjadi standar penilaian bagi komisioner. Karena itu penyusunannya harus benar-benar cermat, sehingga setiap indikator mampu menggambarkan capaian kinerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing," ujar Antonius.

Ia menekankan pentingnya ketelitian dalam menyusun setiap indikator agar tidak terjadi tumpang tindih antarbidang. Menurutnya, setiap divisi harus tetap berada pada koridor tugas pokok dan fungsinya sehingga ukuran keberhasilan yang disusun benar-benar mencerminkan kontribusi masing-masing.

Lebih lanjut, Antonius mengajak seluruh jajaran sekretariat, khususnya para kepala subbagian, untuk terlibat aktif dalam proses penyusunan IKU. Ia menilai dukungan administrasi dan pemahaman teknis dari sekretariat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menghasilkan indikator yang berkualitas.

"Dukungan teman-teman sekretariat sangat dibutuhkan. Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, manfaatkan kesempatan untuk berdiskusi, dan jangan ragu menyampaikan pertanyaan apabila masih terdapat hal-hal yang perlu dipahami," pesannya.

Menurut Antonius, IKU tidak hanya menjadi alat ukur keberhasilan individu maupun organisasi, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi yang mampu memperlihatkan sejauh mana kualitas sumber daya manusia Bawaslu berkembang dari waktu ke waktu. Dengan indikator yang tepat, proses evaluasi akan berjalan lebih transparan, objektif, dan mampu menjadi dasar perbaikan berkelanjutan.

Rapat koordinasi ini menghadirkan Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, Said Abdullah Dahlawi, serta Tenaga Ahli Bawaslu RI, Wenli Lolong, sebagai narasumber. Keduanya memberikan penguatan mengenai penyusunan IKU yang selaras dengan kebijakan kelembagaan serta implementasinya dalam mendukung peningkatan kinerja organisasi.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Batam menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui pembangunan sistem penilaian kinerja yang terukur. Sebab, di balik setiap indikator yang disusun, tersimpan tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan publik. Dan kepercayaan, seperti demokrasi itu sendiri, hanya akan tumbuh ketika kerja dapat diukur, dipertanggungjawabkan, dan dijalankan dengan integritas.

Penulis, foto dan editor: Budiyanto