Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan 2026: Menebar Kasih, Menjaga Api Demokrasi

Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Batam bersama Kepala Sekretariat secara resmi membuka Launching Kick Off Ngabuburit Pengawasan Tahun 2026 di Kantor Bawaslu Kota Batam, Kamis (25/2/2026).

Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Batam bersama Kepala Sekretariat secara resmi membuka Launching Kick Off Ngabuburit Pengawasan Tahun 2026 di Kantor Bawaslu Kota Batam, Kamis (25/2/2026).

Ruang rapat itu tidak terlalu besar, tetapi siang itu terasa lapang. Ada semangat yang mengembang di antara wajah-wajah yang menahan lapar dan dahaga. Di bulan yang sunyi namun penuh makna, Bawaslu Kota Batam memulai langkah kecil yang diniatkan menjadi gerak panjang: Kick Off Ngabuburit Pengawasan Tahun 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Bawaslu Kota Batam Berbagi: Menebar Kasih, Memperkuat Spirit Kelembagaan melalui Berbagi” itu digelar pada Kamis, 25 Februari 2026, di Kantor Bawaslu Kota Batam. Sebuah pembuka yang sederhana, tetapi sarat makna.

Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, berdiri di hadapan jajaran yang hadir, anggota, kepala sekretariat, serta seluruh staf. Ia memulai dengan doa dan pengakuan yang hangat: bahwa di tengah puasa, semangat tetap menyala.

“Hari ini kita berkumpul dalam kondisi yang masih semangat. Semoga ibadah puasa yang dijalankan menjadi amal baik, bukan hanya bagi pribadi, tetapi juga bagi lembaga yang kita cintai,” ujarnya.

Ngabuburit, dalam tradisi masyarakat, adalah menunggu waktu berbuka. Namun bagi Bawaslu, menunggu bukan berarti diam. Ia menjadi ruang edukasi. Mengacu pada Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 4 Tahun 2026, kegiatan ini merupakan bagian dari konsolidasi demokrasi yang digerakkan dari pusat hingga daerah.

Antonius menegaskan bahwa di masa non-tahapan, ketika hiruk pikuk pemilu belum menggema, justru di situlah kerja sunyi harus dilakukan. Turun ke masyarakat, berbincang di kampus, di kantin, di sudut-sudut nongkrong, menyapa satu-dua orang sekalipun. Demokrasi, katanya, tidak selalu lahir dari podium; kadang ia tumbuh dari percakapan sederhana.

“Kita tidak harus di tempat mewah. Di mana ada masyarakat, di situ kita bisa mengenalkan apa itu Bawaslu, apa perannya, dan mengapa pengawasan pemilu penting,” ujarnya.

Antonius menyebut ada enam tema yang dapat diusung dalam rangkaian Ngabuburit Pengawasan. Semua bermuara pada satu hal: menjaga eksistensi lembaga dan integritas pengawasan di tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kota Batam, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa pelaksanaan kick off kali ini disesuaikan dengan kesiapan internal dan agenda bakti sosial yang telah lebih dahulu dirancang.

“Secara tradisi, ngabuburit itu menjelang berbuka. Tetapi esensinya adalah edukasi dan pendekatan religiusnya. Waktu bisa menyesuaikan, yang penting nilai dan tujuannya tercapai,” jelasnya.

Ia menambahkan, efisiensi dan penyesuaian jadwal dilakukan tanpa mengurangi substansi kegiatan. Baginya, yang terpenting adalah pesan pengawasan tetap sampai kepada masyarakat.

Ngabuburit Pengawasan sendiri merupakan program edukasi kepemiluan dengan pendekatan religius yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan oleh Bawaslu RI hingga ke tingkat kabupaten/kota. Di Batam, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni pembukaan, melainkan berlanjut dalam aksi nyata, edukasi publik, bakti sosial, dan dialog demokrasi yang membumi.

Di bulan puasa, ketika tubuh dilatih menahan diri, Bawaslu justru melatih ingatan kolektifnya: bahwa demokrasi tidak boleh dibiarkan lapar akan pengawasan. Bahwa integritas harus dijaga bukan hanya saat tahapan pemilu dimulai, tetapi juga di masa-masa jeda.

Karena pengawasan, seperti iman, tak cukup disimpan dalam hati. Ia harus dihidupkan, dalam kerja, dalam kata, dan dalam berbagi.

Penulis, foto dan editor: Budiyanto