Pegawai Bawaslu Kota Batam Resmi Dilantik sebagai PNS, Momentum Menjaga Integritas Demokrasi
|
Batam - Bawaslu Kota Batam menghadiri kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil serta Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional di lingkungan Bawaslu RI pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta dari wilayah Pulau Jawa mengikuti prosesi secara langsung di Sahid Hotel Jakarta, sementara Bawaslu Kota Batam mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting dari kantor Bawaslu Kota Batam.
Dalam pelantikan tersebut, tiga pegawai Bawaslu Kota Batam resmi diambil sumpahnya sebagai Pegawai Negeri Sipil, yakni Mira Andelina sebagai Analis Pengelola Keuangan APBN Ahli Pertama, Cristy Dayanti Sinaga sebagai Penata Kelola Pengawasan Pemilu Ahli Pertama, dan Sutta Rama Admojo sebagai Analis Hukum Ahli Pertama. Pelantikan menjadi titik baru perjalanan pengabdian mereka di lingkungan Bawaslu.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ferdinand Eskol Tiar Sirait. Dalam sambutannya, Ferdinand menyampaikan pesan yang hangat namun tegas kepada para pegawai yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa menjadi PNS bukan sekadar tentang status pekerjaan, melainkan tentang kesiapan menjalani jalan pengabdian yang panjang, penuh tantangan, dan sering kali tidak sesuai dengan bayangan semula.
Fredinand membagikan pengalaman pribadinya saat pertama kali dilantik pada tahun 1995 dan ditempatkan di daerah terpencil yang harus ditempuh selama belasan jam perjalanan laut. Menurutnya, birokrasi bukan tempat untuk terus mengeluh, melainkan ruang untuk belajar bertahan dan bertumbuh. “Menjadi PNS adalah impian jutaan orang. Tetapi setelah mendapatkannya, yang paling penting adalah bagaimana menjalaninya dengan waras dan bertanggung jawab,” ujarnya di hadapan peserta pelantikan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pegawai yang dilantik. Rahmat Bagja berharap para pegawai baru mampu menjaga integritas, profesionalitas, serta semangat pengabdian dalam menjalankan tugas di lingkungan Bawaslu. Ia menekankan bahwa tanggung jawab sebagai aparatur negara harus dijalankan dengan penuh komitmen demi menjaga kualitas demokrasi dan kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.
Selain menyoroti profesionalitas kerja, Ferdinand juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental, hidup sederhana, serta menghindari perilaku konsumtif yang dapat menjerat pegawai pada persoalan keuangan. Menurutnya, kehidupan ASN memiliki tantangan tersendiri, sehingga setiap pegawai harus mampu menjaga kewarasan dan tidak mudah terpengaruh oleh gengsi maupun perbandingan sosial. Ia meminta para pegawai baru untuk fokus bekerja, menghormati atasan, menjaga adab, serta membangun karakter yang baik di lingkungan kerja.
Di tengah jalannya pelantikan yang berlangsung formal, suasana terasa hangat oleh pesan-pesan yang disampaikan. Dari ruang virtual di Batam hingga ballroom di Jakarta, sumpah jabatan hari itu terdengar lebih dari sekadar rangkaian kata administratif. Ia seperti janji sunyi yang diucapkan di hadapan negara: bahwa pengabdian tidak hanya diukur dari jabatan dan pangkat, tetapi juga dari kesediaan menjaga integritas ketika tidak banyak orang melihat.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua dan anggota Bawaslu Kota Batam, Kepala Sekretariat, kepala sub bagian, serta jajaran sekretariat Bawaslu Kota Batam. Bagi tiga pegawai yang baru dilantik, hari itu bukan hanya tentang pengangkatan status kepegawaian, tetapi juga awal perjalanan panjang untuk menjaga demokrasi tetap berjalan dengan jujur, adil, dan bermartabat.
Penulis, foto dan editor: Budiyanto