Sesudah Maaf, Ada Tanggung Jawab: Bawaslu Kota Batam Mengikuti Halal Bihalal HUT ke-18 Bawaslu
|
Batam - Ada yang selalu pulang setiap kali Idulfitri datang: keinginan untuk merapikan kembali relasi yang mungkin sempat kusut oleh kesibukan dan jarak. Dalam suasana itulah keluarga besar Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia menggelar Halal Bihalal sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Bawaslu, Rabu, 8 April 2026. Tema yang diangkat, “Menjalin Silaturahmi, Menguatkan Soliditas”, bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pengingat bahwa kerja pengawasan lahir dari kepercayaan yang dirawat bersama.
Di halaman Gedung A Bawaslu RI, kegiatan berlangsung secara luring, sementara jajaran di daerah mengikuti secara daring. Bawaslu Kota Batam hadir melalui Zoom Meeting, menyatukan jarak dengan niat yang sama: merawat kebersamaan dalam satu ikatan kelembagaan. Silaturahmi tidak selalu membutuhkan ruang fisik yang sama, sebab yang lebih penting adalah kesadaran bahwa setiap individu adalah bagian dari simpul yang saling terhubung.
Halal bihalal menjadi ruang yang sunyi sekaligus jernih untuk mengakui bahwa kerja pengawasan pemilu tidak hanya berdiri di atas regulasi, tetapi juga pada hubungan yang saling menguatkan. Setelah bulan Ramadan mengajarkan kesabaran, Idulfitri menghadirkan kesempatan untuk saling memaafkan, membuka kembali pintu komunikasi, dan memperbarui komitmen menjaga integritas lembaga.
Bagi Bawaslu Kota Batam, keikutsertaan dalam kegiatan nasional ini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bagian dari menjaga kesinambungan nilai yang selama ini menjadi fondasi kerja pengawasan: kebersamaan, profesionalitas, dan tanggung jawab publik. Soliditas bukan sesuatu yang hadir tiba-tiba, ia tumbuh dari pertemuan-pertemuan yang mungkin sederhana, tetapi memiliki arti mendalam.
Di usia ke-18, Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia diingatkan kembali bahwa demokrasi tidak hanya diawasi melalui aturan, tetapi juga melalui kesadaran kolektif orang-orang yang menjaga prosesnya. Sesudah maaf diberikan, selalu ada tanggung jawab yang menunggu untuk dijalankan. Dan dari situlah kerja pengawasan menemukan maknanya: hadir bukan hanya untuk memastikan prosedur berjalan, tetapi untuk menjaga kepercayaan tetap hidup.
Penulis, foto dan editor: Budiyanto