Lompat ke isi utama

Berita

Zainal Abidin: Kesetiaan kepada Negara Harus Tumbuh dalam Pengabdian

Zainal Abidin, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kota Batam, saat menjadi pembina apel pagi di lingkungan Bawaslu Kota Batam, Senin (25/8/2026).

Zainal Abidin, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kota Batam, saat menjadi pembina apel pagi di lingkungan Bawaslu Kota Batam, Senin (24/8/2026).

Batam - Kesetiaan kepada negara bukan sekadar kalimat yang dibacakan dalam ikrar, melainkan sikap yang harus dibuktikan melalui kerja dan pengabdian. Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Batam, Zainal Abidin, saat menjadi pembina apel pagi di lingkungan Bawaslu Kota Batam, Senin (24/8/2026).

Dalam amanatnya, Zainal menekankan bahwa kesetiaan kepada negara merupakan bagian penting dari tanggung jawab setiap aparatur yang bekerja dalam lembaga negara. Menurutnya, negara membutuhkan orang-orang yang bersedia melayani, sementara aparatur memperoleh hak dan penghargaan sebagai bagian dari pengabdian tersebut.

“Kenapa kesetiaan kepada negara itu penting? Karena teman-teman hari ini bisa berkontribusi kepada negara karena adanya negara itu sendiri,” ujar Zainal dalam amanatnya.

Ia mengingatkan, keberadaan aparatur negara tidak dapat dilepaskan dari keberlangsungan negara. Perubahan rezim maupun perubahan bentuk pemerintahan dapat membawa perubahan terhadap struktur dan orang-orang yang menjalankan pelayanan publik. Karena itu, kesetiaan kepada negara harus menjadi fondasi dalam menjalankan tugas.

Zainal kemudian mengajak jajaran Bawaslu Batam melihat kembali dari mana sumber pembiayaan negara berasal. Penghasilan dan berbagai tunjangan yang diterima aparatur, menurutnya, pada hakikatnya bersumber dari masyarakat melalui penerimaan negara, termasuk pajak.

“Kalau hari ini kita diberikan rezeki di Bawaslu Kota Batam, sehingga kita diberikan reward berupa penghasilan, itu mungkin hak kita. Tapi sumbernya dari pajak rakyat,” katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran agar memahami bahwa pekerjaan yang dilakukan bukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban pribadi, tetapi merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Setiap tugas yang dilaksanakan harus tetap berpedoman pada aturan dan diarahkan untuk memberikan manfaat bagi kepentingan publik.

Pesan tersebut, kata Zainal, menjadi semakin penting karena jajaran Bawaslu bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Dalam berbagai kegiatan seperti pemutakhiran data maupun pengawasan tahapan pemilu, jajaran Bawaslu berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Kalangan masyarakat kita itulah yang membayar pajak, yang kemudian kita nikmati hari ini dalam bentuk program,” ujarnya.

Kesetiaan Dibuktikan dengan Kinerja

Lebih jauh, Zainal mengingatkan bahwa kesetiaan kepada negara tidak cukup hanya diucapkan. Kesetiaan harus tampak dalam kedisiplinan, tanggung jawab, perilaku, serta kualitas pekerjaan sehari-hari.

Ia meminta jajaran untuk terus menjaga sikap profesional sekaligus membangun hubungan kerja yang baik. Penilaian terhadap seorang aparatur, menurutnya, bukan hanya dilihat dari kemampuan teknis, tetapi juga dari perilaku dan kemampuan menjaga hubungan dalam lingkungan kerja.

“Kerja-kerja kita ada juga yang di luar tugas-tugas yang diberikan, ada tugas tambahan. Bahkan perilaku kita juga menjadi catatan,” tuturnya.

Dalam konteks birokrasi, Zainal juga mengingatkan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari regulasi. Karena itu, jajaran diminta tidak menjadikan dinamika tersebut sebagai alasan untuk mengurangi semangat pengabdian.

Ia berharap kesetiaan tersebut dapat terus dijaga hingga batas akhir masa pengabdian masing-masing, baik bagi aparatur sipil negara maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada bagian akhir amanat, Zainal mengajak seluruh jajaran untuk memperbanyak rasa syukur atas kesempatan mengabdi dan bekerja di lembaga negara.

“Banyak-banyak kita bersyukur. Kita sudah diberikan nikmat hari ini, masih diberikan kesempatan menjalankan tugas yang dibebankan negara. Itulah bukti setia kita terhadap negara ini,” ujarnya.

Apel pagi tersebut turut dihadiri Ketua Bawaslu Kota Batam Antonius Itoloha Gaho, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Batam Esther Irianti Lombogia, serta seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Kota Batam.

Di lapangan apel, pesan itu sederhana tetapi panjang gema maknanya: negara bukan sesuatu yang jauh. Ia hadir dalam pelayanan, dalam pekerjaan yang diselesaikan, dan dalam pajak yang dibayar rakyat. Maka kesetiaan kepada negara pada akhirnya menemukan bentuknya yang paling nyata, bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mereka yang dilayani.

Penulis dan foto: Budiyanto