Lompat ke isi utama

Berita

Antonius: Tantangan Bawaslu Tak Berhenti Saat Tahapan Pemilu Berakhir

Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho saat membuka kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kota Batam, Rabu (16/9/2026), di ruang rapat Kantor Bawaslu Kota Batam.

Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho saat membuka kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kota Batam, Rabu (16/9/2026), di ruang rapat Kantor Bawaslu Kota Batam.

Batam - Tantangan penyelenggara pemilu tidak hanya hadir ketika tahapan pemilu atau pemilihan berlangsung. Justru pada masa non tahapan, ketika sorotan publik tidak selalu tertuju pada kerja-kerja pengawasan, keberadaan dan kontribusi lembaga diuji. Ketua Bawaslu Kota Batam Antonius Itoloha Gaho menegaskan, masa non tahapan harus menjadi ruang untuk berinovasi, mengevaluasi, sekaligus memperkuat kelembagaan. 

Hal tersebut disampaikan Antonius saat membuka kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kota Batam, Rabu (16/9/2026), di ruang rapat Kantor Bawaslu Kota Batam.

Menurut Antonius, masa non tahapan bukan berarti masa untuk berhenti bekerja. Sebaliknya, periode tersebut memberikan kesempatan bagi Bawaslu untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan sekaligus mencari cara agar kontribusi kelembagaan tetap dirasakan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Kontribusi kita menjadi perhatian publik, sehingga perlu kemudian kita bisa berinovasi atau melakukan hal-hal yang bisa mengevaluasi, yang bisa memperkuat kelembagaan kita secara umum,” ujar Antonius.

Ia menyampaikan, sejumlah kegiatan tetap berjalan meskipun tahapan pemilu tidak sedang berlangsung. Bawaslu Kota Batam antara lain masih melaksanakan pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) dan pemutakhiran data partai politik.

Selain itu, Bawaslu Kota Batam terus menjalankan sosialisasi kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah sekolah, kegiatan konsultasi demokrasi, serta membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai lembaga maupun organisasi.

Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu untuk tetap hadir di tengah masyarakat. Namun bagi Antonius, seluruh aktivitas itu belum cukup jika hanya berhenti pada pelaksanaan kegiatan.

Ia mengingatkan bahwa keberadaan lembaga tidak semata-mata diukur dari banyaknya agenda yang terselenggara. Yang lebih penting adalah sejauh mana kegiatan tersebut memberikan penguatan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu.

“Hal ini dirasa belumlah cukup untuk kita bisa menunjukkan diri bahwa Bawaslu sudah melaksanakan tugas, sudah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai lembaga pengawas pemilu dengan maksimal,” katanya.

Belajar dari Ruang Evaluasi

Atas dasar itu, Antonius berharap kegiatan pembinaan dan penguatan kelembagaan tidak dipandang sebagai kegiatan seremonial. Forum tersebut harus menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, masukan, dan wawasan baru yang dapat digunakan untuk memperbaiki cara kerja kelembagaan.

Ia mengajak seluruh peserta, termasuk pimpinan dan jajaran sekretariat, untuk menyerap setiap pemaparan yang disampaikan narasumber dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi bersama.

“Kita berharap bisa mendapatkan banyak ilmu, bisa mendapatkan banyak masukan, bisa mendapatkan banyak wawasan dari narasumber kita,” ujarnya.

Antonius juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau Zulhadril Putra yang mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting. Apresiasi turut disampaikan kepada Ketua KPU Provinsi Kepulauan Riau Indrawan Susilo Prabowoadi yang hadir langsung dari Tanjungpinang dan menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

Di tengah kondisi efisiensi yang dihadapi lembaga, kehadiran narasumber dari penyelenggara pemilu tingkat provinsi, menurut Antonius, menjadi bagian penting dalam membangun ruang pertukaran pengetahuan dan penguatan kelembagaan.

Baginya, lembaga yang kuat tidak dibangun hanya ketika sorotan sedang terang. Ia justru ditempa ketika tahapan sunyi, ketika pekerjaan tidak selalu terlihat, dan ketika setiap jajaran dituntut tetap menemukan alasan untuk bekerja lebih baik.

Memperkuat Lembaga yang Dicintai

Antonius berharap hasil pembinaan dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam pekerjaan sehari-hari. Pemaparan narasumber tidak berhenti sebagai catatan dalam ruang rapat, tetapi menjadi bahan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kelembagaan secara menyeluruh.

“Kita bisa bersama-sama menyimpan apa yang menjadi pemaparan pemateri pada hari ini dan berharap bisa menjadi perbaikan lembaga kita secara keseluruhan, evaluasi lembaga kita secara keseluruhan sehingga bisa menjadi penguatan lembaga yang kita cintai ini,” tutur Antonius.

Kegiatan tersebut diikuti Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Batam, seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Kota Batam, serta perwakilan Komunitas Pengawas Partisipatif Kota Batam. Komunitas pengawas partisipatif lainnya juga mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.

Hadir secara daring Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau Zulhadril Putra, sementara Ketua KPU Provinsi Kepulauan Riau Indrawan Susilo Prabowoadi hadir secara langsung sebagai narasumber.

Masa tanpa tahapan, pada akhirnya, bukan ruang kosong. Ia adalah jeda untuk bercermin—memeriksa apa yang telah dikerjakan, mengakui apa yang masih kurang, lalu menyusun kembali langkah agar ketika tahapan berikutnya datang, lembaga tidak sekadar siap bekerja, tetapi telah tumbuh menjadi lebih kuat.

Pebulis dan foto: Budiyanto