Bawaslu Batam Jalin Kerja Sama Demokrasi dengan SMAN 8
|
Batam - Suara demokrasi tidak selalu lahir dari ruang sidang atau hiruk-pikuk tahapan pemilu. Kadang ia tumbuh perlahan di ruang kelas, dari pertanyaan seorang pelajar tentang hak pilih, dari diskusi tentang keadilan, atau dari keberanian generasi muda untuk peduli terhadap masa depan bangsanya.
Semangat itulah yang melatarbelakangi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama antara Bawaslu Kota Batam dan SMA Negeri 8 Batam yang dilaksanakan pada Selasa (2/6/2026) di ruang rapat SMAN 8 Batam.
Rombongan Bawaslu Kota Batam disambut langsung oleh Kepala SMAN 8 Batam, Elmi. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, bersama Kepala SMAN 8 Batam sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan kepemiluan dan pengawasan partisipatif di kalangan pelajar.
Kerja sama tersebut dimaksudkan sebagai landasan kolaborasi kedua belah pihak dalam meningkatkan pengawasan partisipatif pada penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. Melalui kerja sama ini, Bawaslu Kota Batam dan SMAN 8 Batam berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan pendidikan demokrasi yang menyasar pemilih pemula sebagai kelompok strategis dalam pembangunan demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam nota kesepahaman tersebut, ruang lingkup kerja sama mencakup sosialisasi pendidikan kepemiluan dan demokrasi di lingkungan sekolah, pembentukan dan pembinaan kader pengawas partisipatif dari kalangan pelajar, penguatan materi kepemiluan bagi tenaga pendidik sebagai fasilitator pendidikan demokrasi, hingga koordinasi dan pelaksanaan program-program bersama yang mendukung tugas dan fungsi kedua lembaga.
Bagi Bawaslu Kota Batam, kerja sama dengan dunia pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi. Sebab, pengawasan partisipatif tidak cukup dibangun menjelang pemilu semata, melainkan harus ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari budaya berdemokrasi.
Melalui keterlibatan sekolah, nilai-nilai demokrasi diharapkan tidak berhenti pada teori dalam buku pelajaran. Ia dapat hadir dalam keseharian pelajar melalui pemahaman tentang hak politik, pentingnya partisipasi warga negara, serta kesadaran untuk ikut mengawasi jalannya demokrasi secara bertanggung jawab.
Penandatanganan kerja sama ini juga menjadi langkah konkret Bawaslu Kota Batam dalam memperluas jejaring pengawasan partisipatif sekaligus memperkuat pendidikan politik yang inklusif di Kota Batam. Dengan melibatkan sekolah sebagai mitra strategis, Bawaslu berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami demokrasi, tetapi juga mampu menjadi penjaga nilai-nilai demokrasi itu sendiri.
Kegiatan penandatanganan turut dihadiri Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Batam, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Batam, serta jajaran struktural dan staf Bawaslu Kota Batam. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi, menandai dimulainya langkah bersama untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak bangku sekolah.
Di tengah berbagai tantangan demokrasi ke depan, kerja sama ini menjadi pengingat bahwa menjaga pemilu yang berkualitas tidak hanya dimulai dari bilik suara, tetapi juga dari ruang-ruang belajar tempat generasi muda dipersiapkan menjadi warga negara yang kritis, peduli, dan berintegritas.
Penulis, foto dan editor: Budiyanto