Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Batam dan SMAN 28 Batam Teguhkan Komitmen Pendidikan Demokrasi bagi Pemilih Pemula

Bawaslu Batam melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Nota Kesepahaman (MoU) bersama SMA Negeri 28 Kota Batam dalam program Bawaslu Goes To School, Kamis (23/7/2026).

Bawaslu Batam melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Nota Kesepahaman (MoU) bersama SMA Negeri 28 Kota Batam dalam program Bawaslu Goes To School, Kamis (23/7/2026).

Batam - Hujan turun membasahi halaman SMA Negeri 28 Kota Batam, Kamis (23/7/2026). Rintiknya mengiringi sebuah ikhtiar yang tak mengenal musim, menanam benih demokrasi kepada generasi muda. Di tengah cuaca yang basah, Bawaslu Kota Batam justru meneguhkan langkah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama SMA Negeri 28 Kota Batam dalam program Bawaslu Goes To School.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, bersama Anggota Bawaslu Kota Batam dan jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Batam. Dari pihak sekolah, dokumen kerja sama ditandatangani oleh Kepala SMA Negeri 28 Kota Batam, Harmen, sebagai bentuk komitmen bersama menghadirkan pendidikan kepemiluan di lingkungan sekolah.

Kerja sama tersebut menjadi pijakan awal bagi kedua lembaga untuk membangun budaya demokrasi yang lebih dekat dengan peserta didik, khususnya dalam meningkatkan pemahaman kepemiluan, pengawasan partisipatif, dan pentingnya integritas sejak usia sekolah.

Dalam sambutannya, Antonius menyampaikan bahwa sekolah merupakan ruang strategis untuk menumbuhkan kesadaran berdemokrasi. Menurutnya, pendidikan politik yang sehat tidak dimulai ketika seseorang telah memiliki hak pilih, melainkan jauh sebelumnya, ketika karakter dan cara berpikir sedang dibentuk.

"Melalui kerjasama ini, kami ingin menghadirkan pendidikan kepemiluan yang tidak hanya mengenalkan aturan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap suara memiliki nilai dan setiap warga negara memiliki tanggung jawab dalam menjaga demokrasi," ujarnya.

Usai penandatanganan MoU dan PKS, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi kepemiluan bagi siswa-siswi kelas X SMA Negeri 28 Kota Batam. Para peserta yang merupakan calon pemilih pada pemilu mendatang mendapatkan materi mengenai pentingnya menjadi pemilih cerdas, mengenal tugas dan fungsi Bawaslu, serta peran generasi muda dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar proses pemilu, hak pilih, hingga bentuk-bentuk pelanggaran yang perlu dihindari maupun diawasi. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi akan selalu menemukan tempat ketika disampaikan dengan dialog yang terbuka.

Program Bawaslu Goes To School merupakan bagian dari komitmen Bawaslu Kota Batam dalam memperluas pendidikan pengawasan partisipatif kepada kalangan pelajar. Melalui sinergi dengan dunia pendidikan, Bawaslu berharap lahir generasi pemilih yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjaga kualitas demokrasi.

Di luar ruang pertemuan, hujan masih turun membasahi bumi Batam. Namun di dalam ruangan, semangat belajar tentang demokrasi terus tumbuh. Sebab hujan mungkin dapat membasahi halaman sekolah, tetapi tidak pernah mampu menghapus tekad untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi yang kelak akan menentukan arah masa depan bangsa.

Penulis, foto dan editor: Budiyanto