Lompat ke isi utama

Berita

Di Bawah Langit yang Usai Hujan, Reza Ajak ASN Bawaslu Batam Terus Bertumbuh

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza IR, saat memimpin apel pagi di Kantor Bawaslu Kota Batam, Senin (27/4/2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas diri bagi seluruh jajaran sebagai upaya menghadapi dinamika kerja di era digital.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza IR, saat memimpin apel pagi di Kantor Bawaslu Kota Batam, Senin (27/4/2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas diri bagi seluruh jajaran sebagai upaya menghadapi dinamika kerja di era digital.

Batam, Senin 27 April 2026 - Pagi itu dimulai dengan hujan yang turun tidak merata di Kota Batam. Seolah ragu untuk benar-benar berhenti. Namun menjelang apel pagi di kantor Bawaslu Kota Batam, langit perlahan membuka diri, meski masih menyisakan jejak basah di halaman. Di tengah suasana itulah, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi, Syailendra Reza IR, berdiri sebagai pembina apel dan menyampaikan satu pesan yang sederhana namun tegas yakni jangan berhenti belajar.

Di hadapan jajaran sekretariat, dengan turut hadir Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, Reza tidak berbicara panjang. Ia langsung menyentuh inti pentingnya meningkatkan kapasitas diri di tengah perubahan yang terus bergerak. “Mulai lagi meng-upgrade diri,” ujarnya, seperti sebuah pengingat yang tidak bisa ditunda.

Ia menyinggung kebiasaan diskusi mingguan “diserbu” yang selama ini berjalan, sebagai ruang yang seharusnya tidak hanya diisi rutinitas, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pengembangan diri. Menurutnya, kesempatan belajar tidak selalu harus melalui jalur formal seperti perkuliahan. Ada banyak cara lain yang lebih fleksibel, yang bisa diakses tanpa meninggalkan tanggung jawab pekerjaan.

Namun di balik ajakan itu, terselip peringatan yang lebih dalam. Dunia kerja, kata Reza, tidak pernah benar-benar diam. Jika seseorang berhenti berkembang, maka akan selalu ada yang datang dengan pengetahuan dan kemampuan yang lebih baru. Dalam era digital yang bergerak cepat, ketertinggalan bukan lagi kemungkinan, melainkan risiko yang nyata.

“Kalau tidak di-upgrade diri, nanti ada yang datang lebih baru dan bisa mendahului,” tegasnya. Kalimat itu tidak disampaikan dengan nada mengancam, tetapi cukup untuk menggugah kesadaran bahwa kompetensi adalah sesuatu yang harus terus dirawat, bukan diwariskan begitu saja.

Bagi Reza, peningkatan kapasitas bukan sekadar soal individu, tetapi juga tentang masa depan lembaga. Ia menekankan bahwa sumber daya manusia yang terus belajar akan melahirkan kepemimpinan yang lebih baik di kemudian hari. Sebuah proses panjang yang dimulai dari hal kecil kemauan untuk berubah, satu langkah demi satu langkah.

Apel pagi itu pun berakhir seperti biasanya. Tidak ada gemuruh tepuk tangan, hanya barisan yang kembali ke aktivitas masing-masing. Namun seperti langit Batam yang tadi membuka diri setelah hujan, pesan itu tertinggal pelan, tetapi pasti bahwa perubahan tidak datang sekaligus, melainkan dimulai dari keberanian untuk belajar lagi, hari ini.

Penulis, foto dan editor: Budiyanto