Jazuli: Sengketa Bukan Sekadar Konflik, tapi Ujian Ketelitian dan Integritas Bawaslu
|
Batam - Ada yang berbeda dari suasana ruang rapat Bawaslu Kota Batam, Selasa (28/4/2026). Ruangan itu tidak hanya dipenuhi kursi dan meja, tetapi juga harapan harapan akan ketertiban demokrasi yang tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dibangun, dijaga, dan dipahami secara sungguh-sungguh. Kegiatan Koordinasi Penyelesaian Sengketa Proses resmi digelar, mengusung tema Optimalisasi Mekanisme Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu dan Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan di Kota Batam.
Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, membuka kegiatan yang diikuti oleh seluruh Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Batam beserta jajaran sekretariat. Hadir sebagai narasumber pertama, Febriadinata dari Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, sebelum tongkat narasi beralih ke tangan Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Batam, Jazuli.
Jazuli duduk sebagai narasumber kedua dengan tenang seperti seseorang yang sudah lama bergulat dengan kerumitan yang ia bicarakan. Bagi Jazuli, sengketa bukan sekadar perkara menang atau kalah. Ia adalah ruang uji tempat ketelitian, kesabaran, dan integritas dipertaruhkan sekaligus. Setiap laporan yang masuk, katanya, bukan hanya dokumen administratif ia adalah cerminan kepercayaan publik kepada Bawaslu. Maka dalam setiap tahapan, dari menerima, memeriksa, memediasi, hingga memutus, Bawaslu dituntut berjalan di jalur hukum yang presisi, tanpa tergelincir oleh kepentingan apapun yang mencoba mendekat dari sisi manapun.
Jazuli menegaskan bahwa seluruh proses penyelesaian sengketa sesungguhnya telah memiliki dasar hukum dan petunjuk teknis yang jelas. Namun persoalannya, kata Jazuli, sering kali bukan pada ketiadaan aturan melainkan pada kurangnya kedalaman dalam membaca dan memahami regulasi itu sendiri. Di situlah letak tantangan terbesar yang ia lihat membangun budaya kerja yang tidak sekadar menjalankan prosedur, tetapi benar-benar memahami mengapa prosedur itu ada. Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kerja penyelesaian sengketa bukan milik satu divisi semata. "Tidak boleh ada langkah yang tanpa dasar, karena setiap langkah sudah punya jalannya," tegasnya sebuah kalimat yang terdengar sederhana, namun menyimpan tuntutan yang tidak ringan.
Kami yang hadir dan mencatat hari itu membawa pulang sesuatu yang lebih dari sekadar materi koordinasi. Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan tuntutan transparansi yang semakin tinggi, Jazuli menutup paparannya dengan pesan yang terus terngiang, sengketa pada akhirnya bukan hanya harus diselesaikan, tetapi juga harus dijelaskan tidak hanya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, tetapi juga secara moral kepada publik yang menaruh kepercayaannya kepada kami. Dan kepercayaan itu, kami tahu, tidak datang gratis. Ia harus dijaga dengan kerja yang rapi, akuntabel, dan terhubung satu sama lain dari administrasi hingga teknis lapangan dalam satu sistem yang tidak memberi ruang bagi langkah yang tak beralas.
Penulis, foto dan editor: Budiyanto