Lompat ke isi utama

Berita

Evaluasi Jadi Bekal, Bawaslu Kota Batam Perkuat Strategi Pengawasan PDPB Triwulan Berikutnya

Evaluasi Jadi Bekal, Bawaslu Kota Batam Perkuat Strategi Pengawasan PDPB Triwulan Berikutnya

Bawaslu Kota Batam menggelar Rapat Evaluasi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 bersama Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau untuk mengidentifikasi berbagai catatan, tantangan, serta menyusun strategi pengawasan yang lebih efektif pada triwulan berikutnya.

Batam – Bawaslu Batam tidak ingin pengawasan berhenti pada selesainya sebuah tahapan. Setiap proses menjadi ruang belajar, setiap catatan menjadi pijakan untuk melangkah lebih baik. Semangat itulah yang mewarnai Rapat Evaluasi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan evaluasi ini diikuti oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Batam, jajaran Sekretariat Bawaslu Batam, serta menghadirkan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kepulauan Riau, Maryamah, sebagai narasumber yang memberikan arahan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengawasan PDPB di Kota Batam.

Rapat dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Batam, Antonius Itoloha Gaho, yang menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian penting dalam memastikan kualitas pengawasan terus meningkat pada setiap triwulan.

Menurut Antonius, pelaksanaan pengawasan PDPB Triwulan II telah menghasilkan sejumlah catatan yang harus menjadi perhatian bersama. Temuan-temuan di lapangan, menurutnya, bukan sekadar laporan administratif, melainkan bahan refleksi agar langkah pengawasan berikutnya menjadi lebih terukur dan efektif.

"Hari ini menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan. Dari berbagai catatan yang kita temukan di lapangan, kita harus mampu memperbaiki pola pengawasan, memperkuat koordinasi, dan menyiapkan langkah yang lebih baik pada triwulan berikutnya," ujar Antonius saat membuka kegiatan.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi lintas instansi, terutama berkaitan dengan dinamika data kependudukan yang terus berubah, seperti personel TNI dan Polri yang memasuki masa pensiun maupun penambahan personel baru. Menurutnya, perubahan-perubahan tersebut harus menjadi bagian dari perhatian dalam proses sinkronisasi data pemilih yang dilakukan secara berkala setiap tiga bulan.

Selain itu, Antonius berharap kehadiran Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau melalui Maryamah dapat memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pelaksanaan pengawasan PDPB di Kota Batam.

"Kami berharap arahan dari Bawaslu Provinsi menjadi bekal bagi kami untuk semakin memaksimalkan pengawasan pada pelaksanaan PDPB triwulan berikutnya," katanya.

Tidak hanya menjadi forum penyampaian laporan, Antonius mengajak seluruh peserta, khususnya Tim Fasilitasi PDPB dan jajaran sekretariat yang terlibat langsung dalam pengawasan, untuk aktif menyampaikan kritik, masukan, maupun solusi atas berbagai kendala yang ditemui selama pelaksanaan pengawasan.

Baginya, pengawasan yang baik tidak dibangun oleh satu orang, melainkan lahir dari keberanian seluruh tim untuk berdiskusi secara terbuka dan memperbaiki setiap kekurangan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan berbagai aspek teknis pengawasan, mulai dari evaluasi hasil pengawasan lapangan, efektivitas koordinasi antarlembaga, hingga strategi memperkuat pengawasan terhadap pemutakhiran data pemilih pada triwulan berikutnya. Berbagai masukan dari peserta dan arahan Bawaslu Provinsi menjadi bagian penting dalam menyusun langkah pengawasan yang lebih adaptif.

Di penghujung kegiatan, semangat yang mengemuka bukanlah mencari siapa yang paling benar, melainkan bagaimana memastikan setiap proses pengawasan terus bertumbuh. Sebab demokrasi tidak hanya membutuhkan daftar pemilih yang akurat, tetapi juga pengawas yang bersedia belajar dari setiap langkah yang telah dilalui. Di sanalah evaluasi menemukan maknanya, bukan sebagai akhir dari pekerjaan, melainkan awal dari pengawasan yang lebih kuat.

Penulis dan editor: Budiyanto