Jazuli: Akurasi Data Pemilih Menentukan Kualitas Demokrasi
|
Batam - Kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan pada hari pemungutan suara, tetapi telah dimulai jauh sebelumnya, ketika setiap data pemilih diperbarui dengan cermat dan penuh tanggung jawab. Pesan itu disampaikan Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Batam, Jazuli, saat menghadiri Rapat Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan KPU Kota Batam di Kantor KPU Kota Batam, Rabu (1/7/2026).
Dalam forum tersebut, Jazuli menegaskan bahwa pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) merupakan tahapan strategis dalam membangun daftar pemilih yang akan menjadi dasar penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029. Menurutnya, kualitas daftar pemilih akan sangat menentukan kualitas demokrasi yang dihasilkan.
"Keberhasilan pemutakhiran data pemilih menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Dari data yang akurat itulah lahir daftar pemilih yang mampu menjamin hak konstitusional setiap warga negara," ujar Jazuli.
Ia menjelaskan, keberhasilan PDPB tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Sinergi antara KPU, Bawaslu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta instansi terkait lainnya menjadi kunci agar setiap perubahan data kependudukan dapat segera tercermin dalam daftar pemilih.
Namun demikian, Jazuli mengakui masih terdapat tantangan yang terus berulang dalam setiap pelaksanaan pemutakhiran data. Salah satunya adalah masih ditemukannya data warga yang telah meninggal dunia tetapi belum diperbarui dalam administrasi kependudukan, sehingga berpotensi kembali muncul dalam daftar pemilih.
Menurutnya, persoalan tersebut memerlukan solusi yang lebih konkret melalui kolaborasi lintas instansi. Ia mendorong adanya terobosan yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk segera melaporkan peristiwa kematian kepada instansi berwenang sehingga pembaruan data dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Sebagai contoh, Jazuli menyampaikan adanya praktik di sejumlah daerah yang memberikan kemudahan maupun insentif administrasi kepada keluarga yang segera melaporkan data kematian. Langkah seperti itu, menurutnya, dapat menjadi bahan kajian dalam upaya mempercepat pembaruan data kependudukan di Kota Batam.
"Yang kita butuhkan adalah solusi bersama. Semakin cepat data kependudukan diperbarui, semakin baik pula kualitas daftar pemilih yang kita miliki. Pada akhirnya, kualitas demokrasi juga akan semakin kuat," tegasnya.
Rapat rekapitulasi tersebut dihadiri oleh jajaran KPU Kota Batam, Bawaslu Kota Batam, perwakilan partai politik, Disdukcapil Kota Batam, Bakesbangpol, serta unsur pemangku kepentingan lainnya. Forum ini menjadi ruang koordinasi sekaligus evaluasi bersama dalam memastikan proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan berjalan sesuai regulasi dan menghasilkan data yang akurat.
Demokrasi tidak pernah dibangun dalam satu hari. Ia bertumbuh dari data yang jujur, dari kerja yang teliti, dan dari kesediaan setiap pihak untuk menjaga agar tak satu pun hak warga tercecer di antara angka-angka. Sebab daftar pemilih yang akurat adalah pintu pertama menuju pemilu yang berintegritas.
Penulis, foto dan editor: Budiyanto