Lompat ke isi utama

Berita

Jazuli: Memahami Regulasi dan Membangun Komunikasi Jadi Kunci Pengawasan yang Berkualitas

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Batam, Jazuli, saat memberikan tanggapan dalam kegiatan Diskusi Asyik Bareng Bawaslu (Diserbu) Seri ke-12, yang digelar Bawaslu Batam

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Batam, Jazuli, saat memberikan tanggapan dalam kegiatan Diskusi Asyik Bareng Bawaslu (Diserbu) Seri ke-12, yang digelar Bawaslu Batam

Batam – Pengawasan pemilu yang efektif tidak hanya ditentukan oleh aturan yang baik, tetapi juga oleh pemahaman terhadap regulasi dan kemampuan membangun komunikasi yang solid dalam sebuah tim. Hal itu disampaikan Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Batam, Jazuli, saat memberikan tanggapan dalam kegiatan Diskusi Asyik Bareng Bawaslu (Diserbu) Seri ke-12, yang digelar Bawaslu Batam pada Rabu (23/9/2026).

Dalam diskusi yang membahas Perbawaslu Nomor 15 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pembinaan dan Pengawasan terhadap Pelaksanaan Tugas Pengawas Pemilu, Jazuli menegaskan bahwa pembinaan bukan semata-mata berbicara tentang pemberian sanksi. Lebih dari itu, pembinaan bertujuan meningkatkan kualitas kerja, kedisiplinan, dan pemahaman jajaran pengawas terhadap tugas yang diemban.

Menurutnya, proses pembinaan biasanya muncul ketika ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaan tugas. Namun, banyak persoalan yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal melalui komunikasi yang baik dan pembagian tugas yang jelas.

“Sering kali persoalan muncul bukan karena tidak mau bekerja, tetapi karena miskomunikasi. Ketika tugas dibicarakan bersama dan pembagian peran dilakukan dengan baik, banyak kendala bisa diselesaikan lebih cepat,” ujar Jazuli.

Ia menjelaskan bahwa setiap regulasi yang diterbitkan memiliki tujuan untuk memberikan panduan dan kepastian dalam bekerja. Karena itu, pemahaman terhadap aturan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap jajaran pengawas.

Jazuli juga mengingatkan pentingnya mengesampingkan ego pribadi dalam bekerja. Menurutnya, keberhasilan sebuah tim tidak ditentukan oleh kemampuan individu semata, melainkan oleh kesediaan seluruh anggota untuk berkolaborasi dan menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama.

Selain memahami aturan, ia mendorong agar jajaran Bawaslu membiasakan diri membaca, mempelajari, dan mendalami regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan tugas. Dengan pemahaman yang baik, proses adaptasi terhadap perubahan aturan maupun tahapan pemilu akan menjadi lebih mudah.

Pesan tersebut juga relevan dalam kehidupan sehari-hari. Aturan dibuat bukan untuk membatasi, melainkan untuk menciptakan keteraturan dan kepastian. Karena itu, memahami aturan serta membangun komunikasi yang sehat merupakan langkah penting untuk mencegah kesalahpahaman dan menyelesaikan berbagai persoalan secara lebih efektif.

Menutup penyampaiannya, Jazuli menekankan pentingnya praktik dan simulasi sebagai sarana meningkatkan pemahaman terhadap regulasi. Ia berharap kegiatan diskusi seperti ini dapat menjadi ruang belajar bersama sehingga seluruh jajaran semakin siap menjalankan tugas pengawasan secara profesional dan berintegritas.

Kegiatan Diserbu Seri ke-12 diikuti oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Batam, Kepala Sekretariat, serta seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Kota Batam sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas kelembagaan.

Penulis, foto dan editor: Budiyanto