Menjaga Integritas di Tengah Efisiensi: Pesan Jazuli untuk Jajaran Bawaslu Kota Batam
|
Menjaga Integritas di Tengah Efisiensi: Pesan Jazuli untuk Jajaran Bawaslu Kota Batam
Batam - Pagi ini, halaman Kantor Bawaslu Kota Batam menjadi ruang perenungan bersama. Di tengah suasana apel rutin, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Batam, Jazuli, mengingatkan bahwa integritas bukan sekadar janji yang diikrarkan, melainkan sikap yang harus terus hidup dalam kerja sehari-hari.
Amanat tersebut disampaikan Jazuli saat menjadi pembina apel pada Senin, (2/02/2026), yang diikuti oleh Ketua Bawaslu Kota Batam Antonius Itoloha Gaho, Kepala Sekretariat Esther Irianti Lombogia, serta seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Kota Batam.
“Disiplin, integritas, dan profesionalitas bukan hanya kata-kata dalam ikrar korporasi. Ia adalah tanggung jawab yang harus kita jaga setiap hari, bahkan saat situasi tidak sedang ramah,” ujar Jazuli di hadapan peserta apel.
Jazuli menyinggung dinamika nasional yang tengah berlangsung, khususnya kondisi perekonomian dan kebijakan efisiensi anggaran pada awal 2026. Menurutnya, masa non-tahapan pemilu dengan keterbatasan anggaran merupakan konsekuensi kebijakan nasional yang harus diterima bersama, tanpa mengurangi kualitas pelayanan dan kinerja lembaga.
Dalam nada yang tenang namun tegas, Jazuli menekankan bahwa terbatasnya anggaran dan kegiatan tidak seharusnya memudarkan semangat kerja. Justru di saat inilah komitmen diuji, apakah amanat jabatan tetap dijalankan dengan penuh tanggung jawab atau goyah oleh keadaan.
Lebih jauh, Jazuli mengajak jajaran sekretariat untuk melihat masa produktif sebagai ruang persiapan masa depan. Ia mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan, kemandirian finansial, serta keberanian membangun investasi secara bertahap.
“Zona nyaman sering kali membuat kita lupa menyiapkan hari esok. Padahal, produktivitas hari ini adalah bekal untuk masa ketika tenaga mulai berkurang,” tuturnya.
Batam, menurut Jazuli, memiliki peluang ekonomi yang besar. Namun peluang itu hanya akan menjadi makna jika diiringi dengan perencanaan, disiplin, dan visi jangka panjang. Ia menekankan bahwa bekerja di lembaga adalah bentuk investasi, tetapi setiap individu juga perlu membangun penyangga ekonomi lain agar tidak rapuh ketika kondisi berubah.
Menutup amanatnya, Jazuli mengajak seluruh jajaran untuk tetap menjaga kredibilitas, kreativitas, dan profesionalitas, serta membangun komunikasi yang sehat di lingkungan kerja. Dengan semangat kolektif itu, ia berharap Bawaslu Kota Batam tidak hanya menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi juga menjadi teladan bagi jajaran pengawas pemilu lainnya.
“Ketika pekerjaan dijalani dengan passion, ia tak lagi terasa berat. Ia menjadi bermakna, bahkan memberi kehidupan,” pungkasnya.
Penulis, foto dan editor: Budiyanto