Menunggu Magrib di Simpang KDA: Ketika Pengawas Pemilu Membagi Takjil
|
Lampu merah di Simpang KDA Batam Center sore itu bekerja seperti biasa, mengatur arus kendaraan yang datang dari berbagai arah. Sepeda motor berderet, mobil melambat, dan beberapa pengendara memandang langit yang perlahan menguning. Ramadan selalu membawa ritme yang berbeda pada kota.
Di antara lalu lintas yang menunggu hijau, beberapa orang berdiri di tepi jalan sambil membawa bungkusan kecil berisi makanan berbuka. Mereka bukan pedagang, juga bukan relawan dari komunitas sosial besar. Mereka adalah para pengawas pemilu.
Jumat (6/3/2026), jajaran Bawaslu Kota Batam membagikan lebih dari 100 paket takjil kepada masyarakat di persimpangan lampu merah KDA, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Sasaran mereka sederhana: pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di persimpangan tersebut menjelang waktu berbuka puasa.
Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Kota Batam, Ully Yushariyen Damanik, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan sekaligus meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadan.
“Kegiatan berbagi takjil ini bertujuan untuk meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT dengan cara berbagi kepada sesama,” ujar Ully.
Namun bagi lembaga pengawas pemilu, berbagi takjil bukan hanya soal makanan berbuka. Ada hal lain yang juga ingin disampaikan kepada masyarakat.
Menurut Ully, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan keberadaan lembaga pengawas pemilu kepada publik, terutama pada masa ketika tahapan pemilu tidak sedang berlangsung.
“Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang keberadaan lembaga Bawaslu di masa non tahapan,” katanya.
Di tengah aktivitas yang sederhana itu, terlihat para pimpinan dan staf Bawaslu berdiri berdampingan di tepi jalan. Sebagian menyodorkan paket takjil kepada pengendara yang berhenti, sebagian lain membantu membagikan dengan cepat sebelum lampu berubah hijau.
Tidak ada panggung. Tidak ada spanduk besar. Hanya spanduk kecil dan senyum singkat dari para pengendara yang menerima bungkusan kecil sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Ully mengatakan kegiatan tersebut lahir dari semangat kebersamaan seluruh jajaran Bawaslu Kota Batam.
“Kegiatan ini terwujud dari rasa kebersamaan pimpinan dan seluruh staf di lingkungan Bawaslu Kota Batam. Jumlahnya memang tidak banyak, tetapi nikmat dari berbagi itulah yang menjadi dasar utama kita melakukan kegiatan ini,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Semoga apa yang kita berikan ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT dan mudah-mudahan ke depan kita bisa lebih banyak lagi berbagi dengan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau Said Abdullah Dahlawi, serta Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Batam bersama jajaran sekretariat.
Pembagian takjil berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Sore itu, takjil mungkin hanya berupa bungkusan kecil berisi makanan berbuka. Tetapi bagi mereka yang menerimanya di tengah lampu merah yang sebentar lagi berubah hijau, ada sesuatu yang lebih dari sekadar makanan.
Barangkali itu adalah pengingat sederhana: bahwa di balik kerja-kerja pengawasan yang sering terlihat formal dan penuh aturan, ada manusia yang tetap ingin berbagi, bahkan dari persimpangan jalan yang ramai.
Penulis dan editor: Budiyanto
Foto: Sutta Rama Admojo