Silaturahmi ke PPP, Bawaslu Batam Bahas Pemutakhiran Data Partai Politik
|
Batam - Bawaslu Batam melaksanakan silaturahmi dan koordinasi dengan DPC PPP Kota Batam pada Senin (25/5/2026). Pertemuan yang berlangsung di kantor DPC PPP Kota Batam itu menjadi ruang dialog antara penyelenggara pemilu dan partai politik untuk memperkuat kesiapan kelembagaan menjelang tahapan Pemilu 2029, khususnya dalam pemutakhiran data partai politik dan penguatan partisipasi demokrasi.
Kedatangan jajaran Bawaslu Kota Batam disambut langsung Ketua DPC PPP Kota Batam, Muhammad Arfah, bersama para kader PPP. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Itoloha Gaho, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Jazuli, serta Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat, Ully Yushariyen Damanik.
Dalam sambutannya, Antonius menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan DPC PPP Kota Batam. Ia menegaskan bahwa silaturahmi tersebut bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bagian dari upaya membangun komunikasi dan kesamaan persepsi antara Bawaslu dan partai politik.
“Kehadiran kami di sini selain bersilaturahmi juga ingin membahas beberapa agenda penting, salah satunya terkait pemutakhiran data partai politik. Kami melihat masih ada data kepengurusan yang belum diperbarui, sementara PPP saat ini memiliki kepengurusan baru. Kami berharap proses pembaruan data dapat segera dilakukan agar validitas administrasi partai tetap terjaga,” ujar Antonius.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemutakhiran data berkelanjutan sebelum pleno partai politik dilaksanakan. Menurutnya, ketepatan data menjadi fondasi penting dalam tahapan demokrasi agar tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.
“Ketika tahapan dimulai nanti, jangan sampai muncul kebingungan karena data yang belum diperbarui. Karena itu kami berharap PPP dapat mempersiapkan diri sejak sekarang. Jika ada hal yang ingin ditanyakan, Bawaslu Kota Batam juga memiliki layanan ‘Pojok Pengawasan’ yang bisa dimanfaatkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu Antonius turut memperkenalkan layanan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Bawaslu sebagai sarana yang dapat membantu partai politik memperoleh akses terhadap regulasi, produk hukum, dan informasi kepemiluan secara terbuka dan mudah diakses.
Selain itu, ia juga berharap PPP dapat lebih aktif dalam dinamika demokrasi di Kota Batam. Menurut Antonius, partisipasi partai politik tidak berhenti setelah pemilu selesai, melainkan harus terus hadir dalam ruang pendidikan politik dan penguatan demokrasi masyarakat.
“Kami berharap PPP bisa lebih aktif lagi. Setelah pemilu kemarin, kami melihat partisipasi dari PPP masih cukup minim. Padahal demokrasi yang sehat membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk partai politik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Jazuli menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut merupakan bagian dari roadshow Bawaslu Kota Batam kepada partai-partai politik. Ia menilai masih banyak partai yang belum melakukan pemutakhiran data organisasi maupun kader secara berkala.
“Terkadang partai sibuk dengan dinamika internal sehingga pembaruan data terabaikan. Karena itu kami berharap PPP dapat segera melakukan pemutakhiran, baik struktur organisasi maupun data kader, sehingga ketika memasuki tahapan 2029 semua data sudah valid,” kata Jazuli.
Sementara itu, Ully Yushariyen Damanik menambahkan bahwa berdasarkan data sebelumnya, struktur kepengurusan terbaru PPP Kota Batam memang belum diperbarui dalam sistem. Ia berharap kepengurusan baru dapat membawa progres yang lebih baik dalam pengelolaan administrasi partai.
Ully juga menjelaskan bahwa layanan JDIH Bawaslu dapat menjadi referensi bagi partai politik dalam memahami aturan-aturan kepemiluan dan regulasi terkait partai politik.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Arfah menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Bawaslu Kota Batam kepada DPC PPP Kota Batam. Ia mengakui bahwa kepengurusan yang dipimpinnya masih sangat baru, mengingat Surat Keputusan kepengurusan baru diterima sekitar sepuluh hari lalu.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bawaslu Kota Batam. Mohon maaf apabila sambutan kami masih sederhana karena kepengurusan ini masih baru dan banyak pengurus yang masih beradaptasi. Kami berharap hubungan baik dan silaturahmi ini dapat terus terjalin,” ujar Muhammad Arfah.
Di ruang pertemuan yang sederhana itu, demokrasi tidak hadir dalam suara yang gaduh, melainkan melalui percakapan-percakapan kecil tentang data, partisipasi, dan tanggung jawab bersama. Sebab demokrasi yang sehat tak hanya dibangun saat pemilu berlangsung, tetapi juga melalui kesediaan untuk terus duduk bersama, saling mengingatkan, dan menjaga kepercayaan publik dari waktu ke waktu.
Penulis: Budiyanto/ Crsity
Foto: Tim HPS
Editor: Budiyanto