Zainal Abidin: Demokrasi Tergerus Saat Masyarakat Apatis
|
Batam - Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Batam, Zainal Abidin, menegaskan bahwa hilangnya demokrasi dapat terjadi ketika masyarakat bersikap apatis dan tidak lagi terlibat aktif dalam proses demokrasi. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai elite intelektual yang suaranya mampu memengaruhi arah kebijakan publik dan menjaga kedaulatan rakyat.
Hal tersebut disampaikan Zainal Abidin saat menjadi narasumber dalam kegiatan diskusi bertema “Rencana Revisi UU Pilkada: Merebut Kedaulatan Rakyat dan Hilangnya Pengawalan Demokrasi” yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC GMKI) Batam, di Sekretariat Cabang (SC) GMKI Batam, Jumat, (17/1/2026).
Dalam pemaparannya, Zainal menekankan bahwa penyusunan undang-undang, khususnya yang berkaitan dengan pemilihan kepala daerah, seharusnya berlandaskan kajian akademik yang kuat dan objektif, bukan semata-mata pertimbangan politik praktis. Ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan politik yang lahir tanpa kajian mendalam berpotensi melemahkan prinsip kedaulatan rakyat.
Zainal juga menegaskan bahwa kedaulatan rakyat sejatinya diwujudkan melalui pemilihan umum yang jujur dan adil, di mana rakyat secara langsung menentukan pemimpinnya. Oleh karena itu, wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD, meskipun saat ini masih sebatas isu, perlu dikawal secara kritis oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.
“Mahasiswa tidak boleh diam. Ketika ruang partisipasi publik menyempit dan pengawalan demokrasi melemah, di situlah demokrasi perlahan tergerus,” ujar Zainal.
Melalui forum diskusi tersebut, Zainal berharap mahasiswa GMKI dan generasi muda di Batam dapat terus menjadi agen perubahan yang aktif menyuarakan kepentingan publik, serta berperan dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia agar tetap berpijak pada prinsip keadilan, partisipasi, dan kedaulatan rakyat.
Kegiatan diskusi ini menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan penyelenggara pengawasan pemilu untuk memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya pengawalan demokrasi, khususnya dalam menyikapi dinamika regulasi kepemiluan ke depan.
Penulis dan editor: Budiyanto
Foto: BPC GMKI Batam