Lompat ke isi utama

Berita

Zulhadril: Pengawasan Pemilu Membutuhkan Partisipasi Masyarakat

Ketua Bawaslu Kepulauan Riau, Zulhadril Putra, saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dalam Pengawasan dan Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Ruang Rapat Lantai 5 Gedung Graha Kepri, Kota Batam

Ketua Bawaslu Kepulauan Riau, Zulhadril Putra, saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dalam Pengawasan dan Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Ruang Rapat Lantai 5 Gedung Graha Kepri, Kota Batam

Batam – Pemilu tidak hanya berlangsung di ruang-ruang resmi penyelenggara. Ia hidup di tengah masyarakat, di lingkungan tempat warga tinggal, di ruang-ruang percakapan, bahkan di layar telepon genggam. Karena itu, mengawasi pemilu bukan semata pekerjaan lembaga pengawas, tetapi membutuhkan mata dan kepedulian masyarakat.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari sambutan Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, Zulhadril Putra, saat kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Ruang Rapat Lantai 5 Gedung Graha Kepri, Kota Batam, Jumat (18/9/2026).

Dalam sambutannya, Zulhadril menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur untuk membicarakan pengawasan pemilu secara partisipatif. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum sosialisasi, tetapi dapat memberikan pemahaman dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawal penyelenggaraan pemilu.

“Saya berharap kita semua dapat berpartisipasi untuk bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik, dengan lancar. Mudah-mudahan apa yang kita agendakan hari ini dapat bermanfaat,” ujar Zulhadril.

Menurut Zulhadril, dipilihnya Kota Batam sebagai tempat pelaksanaan kegiatan menjadi hal yang patut diapresiasi. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan dapat terlaksana.

Masyarakat Bukan Sekadar Penonton

Pengawasan partisipatif pada dasarnya menempatkan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pengawasan pemilu. Masyarakat dapat ikut memperhatikan proses pemilu di lingkungannya, memahami aturan kepemiluan, serta menyampaikan informasi kepada Bawaslu apabila menemukan dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang tersedia.

Artinya, partisipasi masyarakat tidak harus selalu dilakukan dengan menjadi penyelenggara atau pengawas pemilu. Mengetahui aturan, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, berani menyampaikan dugaan pelanggaran melalui saluran yang tepat, serta menjaga lingkungan agar tetap kondusif juga merupakan bentuk kepedulian terhadap proses demokrasi.

Hal tersebut sejalan dengan upaya Bawaslu Kepri yang terus membuka ruang penguatan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. Sebelumnya, Bawaslu Kepri juga menggelar berbagai kegiatan yang mendorong keterlibatan masyarakat dan generasi muda dalam pengawasan pemilu.

Bagi masyarakat, pesan ini menjadi penting. Sebab, pengawasan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Bisa saja bermula dari seorang warga yang bertanya, memeriksa informasi sebelum membagikannya, atau melaporkan dugaan pelanggaran melalui prosedur yang benar.

Kolaborasi Menjadi Kekuatan Pengawasan

Zulhadril juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu dan peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyambut kehadiran berbagai unsur yang datang untuk mengikuti sosialisasi pengawasan partisipatif dan berharap kegiatan dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat pemahaman mengenai pengawasan pemilu.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Ombudsman RI, BPN, jajaran Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Batam, Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, serta peserta kegiatan lainnya.

Bagi Bawaslu, pengawasan partisipatif merupakan ruang untuk memperluas jangkauan pengawasan. Sementara bagi masyarakat, keterlibatan tersebut merupakan kesempatan untuk memastikan proses demokrasi tidak berjalan jauh dari kehidupan mereka sendiri.

Sebab pada akhirnya, pemilu bukan hanya tentang siapa yang dipilih dan siapa yang terpilih. Ia juga tentang bagaimana seluruh prosesnya dijaga bersama agar berlangsung sesuai aturan, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dari Batam ke Penyengat, dari ruang rapat ke ruang publik, pesan yang dibawa sederhana, pengawasan pemilu akan semakin kuat ketika masyarakat tidak memilih untuk diam.

Penulis, foto dan editor: Budiyanto