Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Batam Raih Penghargaan pada Sempena HUT ke-8 Bawaslu Kabupaten/Kota

Bawaslu Kota Batam menorehkan capaian dengan meraih empat penghargaan dalam Lomba Sempena HUT ke-8 Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Riau.

Bawaslu Kota Batam menorehkan capaian dengan meraih empat penghargaan dalam Lomba Sempena HUT ke-8 Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Riau.

Batam - Kerja kreatif tidak selalu lahir dari ruang yang lapang. Kadang ia tumbuh justru dari keterbatasan, anggaran yang harus dihemat, waktu yang harus dibagi, dan tuntutan untuk tetap hadir menyampaikan edukasi kepada publik. Dari ruang itulah Bawaslu Kota Batam menorehkan capaian dengan meraih empat penghargaan dalam Lomba Sempena HUT ke-8 Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Riau.

Empat penghargaan tersebut yakni Video Terbaik, Kesesuaian Tema dan Kearifan Lokal Terbaik, Kreativitas dan Orisinalitas Ide Terbaik, serta Kualitas Visual, Desain dan Penyajian Terbaik. Penghargaan diumumkan oleh Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau melalui Zoom Meeting, Sabtu (15/8/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-8 Bawaslu Kabupaten/Kota.

Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas jajaran Bawaslu Kota Batam dalam menerjemahkan kerja-kerja pengawasan ke dalam medium yang lebih dekat dengan masyarakat. Video tidak sekadar menjadi gambar yang bergerak, tetapi menjadi cara lain untuk mengetuk pintu publik: menyampaikan informasi, mengenalkan kelembagaan, sekaligus menghidupkan pesan-pesan demokrasi dan kepemiluan.

Dalam sambutannya, Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan apresiasi kepada seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota yang telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan HUT ke-8. Karya-karya yang dihasilkan dinilai menarik serta memiliki muatan edukasi positif bagi masyarakat.

Apresiasi juga diberikan kepada tim penilai yang telah melakukan penilaian secara objektif terhadap karya yang masuk. Setiap kategori, menurut penyampaian dalam kegiatan tersebut, menjadi ruang untuk melihat bagaimana kreativitas dan inovasi dapat tumbuh di lingkungan Bawaslu Kabupaten/Kota.

Lebih jauh, penghargaan tidak semata-mata dipandang sebagai kompetisi untuk menentukan siapa yang terbaik. Ia menjadi pemantik agar kreativitas terus dirawat. Bagi peserta yang belum memperoleh penghargaan, hasil tersebut diharapkan tidak menjadi alasan untuk berhenti berkarya. Sebaliknya, karya yang telah mendapatkan apresiasi diharapkan terus dikembangkan dengan gagasan-gagasan baru.

Di tengah keterbatasan anggaran dan beragam tantangan kelembagaan, kreativitas menjadi salah satu cara untuk menjaga eksistensi Bawaslu di ruang publik. Sebab, kerja pengawasan tidak hanya berlangsung di balik meja atau dalam tahapan-tahapan formal. Ia juga membutuhkan komunikasi yang mampu menjangkau masyarakat dengan bahasa yang lebih sederhana, visual yang lebih menarik, dan pesan yang lebih mudah diterima.

Peringatan HUT ke-8 Bawaslu Kabupaten/Kota pun menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan kelembagaan. Delapan tahun bukan waktu yang singkat. Ia adalah rentang yang diisi dengan kerja, pengabdian, pembelajaran, sekaligus tuntutan untuk terus memperbaiki diri.

Bagi Bawaslu Kota Batam, empat penghargaan tersebut bukanlah garis akhir. Ia lebih tepat dibaca sebagai tanda kecil bahwa kerja kreatif memiliki tempat dalam pengawasan pemilu. Bahwa pesan demokrasi dapat disampaikan dengan banyak cara. Dan bahwa keterbatasan tidak semestinya menjadi batas bagi sebuah gagasan.

Semangatnya sederhana: terus mengawasi, terus belajar, dan terus berkarya. Karena pada akhirnya, sebuah lembaga tidak hanya dikenang dari apa yang dikerjakannya, tetapi juga dari bagaimana ia mampu menghadirkan kerja itu agar dipahami dan dirasakan masyarakat.

Penulis dan editor: Budiyanto