Potong Tumpeng, Bawaslu Batam Teguhkan Semangat Pengabdian di Usia ke-8
|
Batam - Potongan tumpeng menjadi penanda syukur dan kebersamaan Bawaslu Kota Batam dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Bawaslu Kabupaten/Kota, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kota Batam, usai upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia.
Meski HUT Bawaslu Kabupaten/Kota diperingati pada Sabtu (15/8/2026), perayaan di lingkungan Bawaslu Kota Batam dilaksanakan bersamaan dengan momentum peringatan kemerdekaan. Dua peristiwa itu bertemu dalam satu ruang, kemerdekaan bangsa dan perjalanan kelembagaan pengawasan pemilu.
Pemotongan tumpeng berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diikuti Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Batam serta seluruh jajaran sekretariat. Tumpeng menjadi simbol sederhana, tetapi sarat makna syukur atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus doa untuk langkah yang masih panjang.
Ketua Bawaslu Batam, Antonius Itoloha Gaho Dalam sambutannya, disampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena jajaran Bawaslu Kota Batam masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk merayakan dua momentum penting tersebut.
“Di hari yang berbahagia ini kita berharap kita bisa diberikan kemampuan terutama dalam menghadapi dinamika bangsa kita. Kita berharap ikut terlibat dalam memajukan bangsa kita,” disampaikan dalam sambutan tersebut.
Usia delapan tahun bagi Bawaslu Kabupaten/Kota, lanjutnya, bukan lagi sekadar angka. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses panjang kelembagaan yang telah melewati berbagai dinamika, sejak Bawaslu Kabupaten/Kota masih bersifat ad hoc hingga menjadi lembaga permanen.
Karena itu, momentum HUT ke-8 diharapkan menjadi pengingat bagi jajaran Bawaslu untuk terus memperkuat eksistensi lembaga bersama rakyat. Pengawasan pemilu tidak cukup hanya dilakukan oleh penyelenggara. Ia membutuhkan mata masyarakat, keberanian untuk peduli, serta kesediaan untuk menjaga demokrasi dari lingkungan terdekat.
“Di umur yang ke-8 tahun ini, eksistensi Bawaslu tentunya bersama rakyat bisa bersama-sama mengawasi, memajukan, menciptakan pemilu-pemilu yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh jajaran Bawaslu Batam yang selama ini telah memberikan tenaga, waktu, dan pikiran bagi lembaga. Kerja pengawasan, seperti jalan panjang yang tidak selalu tampak dari luar, membutuhkan kesabaran dan ketekunan dari mereka yang menjalaninya setiap hari.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran staf yang sudah memberikan jerih payahnya, sudah lelah, sudah capek untuk memberikan yang terbaik buat lembaga ini,” kata Antonius.
Doa kemudian dipanjatkan agar seluruh jajaran senantiasa diberikan kesehatan, rezeki, dan kebahagiaan dalam menjalankan tugas pengabdian.
Potongan tumpeng pun menjadi penutup yang hangat bagi rangkaian peringatan tersebut. Bukan sekadar tradisi, melainkan simbol bahwa perjalanan sebuah lembaga dibangun dari kebersamaan dari kerja yang mungkin sunyi, tetapi menentukan arah demokrasi.
Delapan tahun telah berlalu. Pengawasan belum selesai. Sebab demokrasi selalu membutuhkan mereka yang bersedia menjaga.
Penulis dan foto: Budiyanto