Lompat ke isi utama

Berita

Ully: PNS Bawaslu Harus Menjaga Integritas dan Marwah Demokrasi

Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kota Batam, Ully Yushariyen Damanik, menyampaikan pesan penguatan integritas kepada pegawai yang resmi dilantik sebagai PNS di lingkungan Bawaslu RI, Selasa (19/5/2026).

Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kota Batam, Ully Yushariyen Damanik, menyampaikan pesan penguatan integritas kepada pegawai yang resmi dilantik sebagai PNS di lingkungan Bawaslu RI, Selasa (19/5/2026).

Batam - Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kota Batam, Ully Yushariyen Damanik, menyampaikan pesan penguatan integritas kepada tiga pegawai Bawaslu Kota Batam yang resmi dilantik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Bawaslu, Selasa (19/5/2026). Penyampaian tersebut disampaikan di sela mengikuti kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan yang dilaksanakan Bawaslu RI dan diikuti oleh Koordinator Divisi SDM Bawaslu se-Indonesia, kepala sekretariat, serta para pegawai yang baru dilantik, melalui Zoom Meeting dari ruang rapat kantor Bawaslu Kota Batam.

Pada hari yang sama, tiga pegawai Bawaslu Kota Batam resmi berstatus sebagai PNS Bawaslu setelah menjalani masa CPNS selama satu tahun terakhir. Mereka adalah Sutta Rama Admojo, Mira Andelina, dan Cristy Dayanti Sinaga. Perubahan status itu bukan hanya perpindahan administrasi kepegawaian, melainkan juga penegasan tanggung jawab baru dalam menjaga integritas lembaga pengawas pemilu di tengah dinamika demokrasi yang terus bergerak.

Dalam penyampaiannya, Ully Yushariyen Damanik menegaskan bahwa pengangkatan sebagai PNS harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengawasan yang profesional dan independen. “Selamat atas pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Bawaslu. Semoga dapat menjalankan tugas pengawasan dengan menjunjung tinggi integritas, netralitas, dan profesionalisme. Jaga marwah lembaga, tegakkan keadilan pemilu, dan jadilah pengawas yang independen, berani, serta dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ully, tantangan pengawasan pemilu ke depan tidak hanya berada pada aspek teknis, tetapi juga pada kemampuan menjaga etika dan kepercayaan publik terhadap lembaga. Di tengah dunia yang bergerak cepat dan sering kali gaduh oleh kepentingan politik, pengawas pemilu dituntut tetap berdiri tenang, tidak mudah condong, tidak mudah goyah. Sebab integritas, dalam kerja pengawasan, bukan sekadar slogan yang dipasang di dinding kantor, melainkan sikap yang diuji setiap hari.

Kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan yang dilaksanakan Bawaslu RI tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan nilai bagi jajaran Bawaslu di seluruh Indonesia. Dari ruang rapat kecil di Batam hingga forum nasional yang terhubung melalui layar digital, satu pesan yang terus digaungkan tetap sama bahwa demokrasi membutuhkan pengawas yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga memiliki keberanian menjaga keadilan ketika banyak orang memilih diam.

Penulis, foto dan editor: Budiyanto